SIARAN DEPOK – Kelurahan Duren Seribu (Duser), Kecamatan Bojongsari, kembali menorehkan prestasi dengan terpilih sebagai lokasi Pilot Project Ember Biru melalui program Pusat Olah Mandiri Sera Mijel Sampah Ekonomis (POM SS). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, saat memberikan sambutan di wilayah tersebut.
Penyematan status pilot project ini bukan tanpa alasan. Menurut perempuan yang akrab disapa Cing Ikah tersebut, Duren Seribu telah membuktikan konsistensinya selama 10 bulan berjalannya program POM SS.
”Alhamdulillah, 10 bulan POM SS ini berjalan dan Duren Seribu termasuk yang selalu juara satu. Bahkan prestasinya sampai mendapatkan Logam Mulia (LM) yang digunakan kembali untuk menggerakkan kegiatan PKK di kelurahan,” ujar cing ikah, Selasa (27/01/26).
Ia pun menekankan bahwa keberhasilan sesuatu program lingkungan akan bergantung dukungan dari masyarakat. Meskipun pemerintah mengucurkan anggaran hingga miliaran rupiah, tanpa partisipasi aktif warga, program tersebut tidak akan berjalan maksimal.
”Ayo ting-ting makan opak, saya melihat dan memantau warga Duren Seribu semuanya memang kompak. Pemerintah hadir dengan semangat yang sama agar lingkungan kita bersih. Jika warganya mendukung, insya Allah sukses,” tuturnya.
Melalui program POM SS, warga diajak untuk mengelola limbah rumah tangga secara cerdas. Salah satunya adalah program Sera Mijel (Sembako Rakyat Minyak Jelantah). Selain itu, terdapat program SAE (Sampah Ekonomis) yang fokus pada pengelolaan sampah organik menggunakan media ember untuk kemudian disalurkan ke budidaya Maggot.
Cing ikah juga memberikan tantangan baru kepada kader PKK dari RW 01 hingga RW 11 di Duren Seribu untuk membentuk Kampung Kresek. Program ini bertujuan mengolah limbah plastik menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
”Nanti yang plastiknya saya berikan pelatihan. Dari kresek menjadi sesuatu yang berharga dan memiliki nilai jual ekonomi,” tambahnya.
Saat ini, Duren Seribu telah menjadi magnet studi banding bagi wilayah lain. Tidak hanya dari internal Kota Depok atau luar daerah seperti Makassar, tetapi juga telah menarik perhatian mancanegara.
”Kemarin bahkan dari Pakistan sudah berkunjung ke sini melihat pilot project Posyandu. Kita harus bangga dengan tanah air kita dengan cara bergerak dari sekarang. Bukan kita yang ke sana, tapi mereka yang datang ke sini melihat kebanggaan warga Duren Seribu,” tegasnya.
Di akhir sambutan nya, ia berharap Duren Seribu dapat menjadi Kelurahan yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur. Dengan kekompakan yang terjaga, Duren Seribu diyakini mampu menjadi percontohan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.










