Siarandepok.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan madrasah baik Negeri ataupun swasta.
Untuk Madrasah Swasta melalui kerja sama Rintisan Sekolah Swasta Gratis, yang dalam hal ini sudah diikutik 14 Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di wilayah Depok.
Komitmen ini disampaikan Wali Kota Depok Supian Suri dalam acara Penyerahan Lahan dan Bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri kepada Kemenag.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Agama, Kepala BKD Kota Depok, Kepala Kemenag Provinsi Jawa Barat, Kepala Kemenag Kota Depok, Penyuluh Agama se-Kota Depok, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi, Anggota DPRD Kota Depok, Kepala Cabang BJB Kota Depok, Camat Pancoran Mas beserta para lurah, Ketua GP Ansor Kota Depok, serta tamu undangan dan insan media.
Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Depok, khususnya melalui pendidikan madrasah.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Depok mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama RI atas dukungan dan dedikasinya bagi pendidikan anak-anak Depok melalui madrasah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila perhatian Pemkot Depok terhadap madrasah selama ini dinilai belum sebanding dengan upaya yang telah dilakukan Kementerian Agama.
Namun demikian, Pemkot Depok menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan maksimal bagi pengembangan madrasah di Kota Depok.
Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, Pemkot Depok telah menjalankan kebijakan kerja sama sekolah swasta gratis sejak tahun lalu. Tercatat, sebanyak 14 Madrasah Tsanawiyah swasta telah bergabung dalam program ini.
“Anak-anak yang bersekolah di MTs swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemkot Depok, seluruh pembiayaannya digratiskan. Setiap siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta per tahun atau setara Rp250 ribu per bulan,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar madrasah swasta mampu mencukupi kebutuhan operasional dengan skema pembiayaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Selain bantuan biaya pendidikan, Pemkot Depok juga berencana memberikan perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama, termasuk dukungan pembangunan gedung agar kualitasnya setara dengan sekolah negeri.
“Kami ingin sekolah swasta gratis ini menjadi representasi sekolah negeri, karena animo masyarakat untuk masuk sekolah negeri sangat tinggi, sementara pembangunan sekolah negeri membutuhkan anggaran dan proses yang besar,” ungkapnya.
Kebijakan sekolah swasta gratis ini juga diambil untuk menjaga keberlangsungan sekolah swasta agar tidak kehilangan murid akibat tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Program tersebut didukung oleh DPRD Kota Depok sebagai solusi pemerataan akses pendidikan.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Depok berharap akses pendidikan berkualitas dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, sekaligus memperkuat peran madrasah dalam pembangunan pendidikan di Kota Depok.***










