SiaranDepok — Kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kota Depok terus menunjukkan tren positif.
Hal ini tercermin dalam kehadiran atraksi Barongsai pada kegiatan Gerak Jalan Harmoni Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026, yang digelar di Alun-Alun Timur, Kecamatan Cilodong.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Enjat Mujiat, menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”.
Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi menjadi energi kebangsaan yang melahirkan sinergi dan kolaborasi dalam keberagaman.
“Melalui kegiatan ini, Kemenag ingin menegaskan komitmen dalam menjaga harmoni, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama,” ujar Enjat, Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, Gerak Jalan Harmoni Kerukunan juga menjadi pengingat peran Kemenag sebagai penjaga persatuan dan perekat kebhinekaan.
Dalam kesempatan itu, Enjat mengajak seluruh warga Depok untuk terus menggaungkan nilai-nilai Pancasila serta menghargai perbedaan yang ada, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita telah berikrar bersama menjaga NKRI. Tidak boleh ada kelompok atau komunitas yang merasa paling benar dan melakukan intimidasi terhadap pihak lain,” tegasnya.
Enjat juga menekankan pentingnya sinergi positif antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat sebagai ikhtiar bersama mewujudkan visi Depok Maju, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Panitia Gerak Jalan Harmoni Kerukunan, Hasan Basri, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat lintas agama, mulai dari Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, hingga Khonghucu.
“Dalam acara ini kami menampilkan Sanggar Barongsai dari Cimanggis sebagai simbol keberagaman dan toleransi,” jelasnya.
Menurut Hasan, kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Depok bukan lagi kota yang dicap intoleran, melainkan kota yang menjunjung tinggi nilai kerukunan antarumat beragama.
“Kerukunan bukan sekadar jargon. Ia adalah pilar utama stabilitas sosial dan pembangunan yang telah memberi dampak nyata bagi kondusivitas Kota Depok,” ujarnya.
Dari sisi peserta, Herry Siswantoro dari Sanggar Barongsai Kungchiao Cimanggis mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dari Kemenag Kota Depok. Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami,” katanya.
Ia berharap kegiatan lintas budaya dan agama seperti ini terus digelar sebagai ruang strategis untuk mempererat hubungan antarumat beragama di Depok.
“Dengan semangat kebersamaan, keberagaman justru menjadi kekuatan yang mampu tumbuh secara harmonis,” pungkasnya. (Asep)










