



SIARAN DEPOK – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi resmi melarang penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah Jawa Barat. Larangan itu ditegaskan lewat surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota.
Menurut KDM, sapaan akrabnya, kebun sawit terbukti memicu krisis air bersih di sejumlah daerah. Ia menyebut, telah memerintahkan Kepala Dinas Perkebunan untuk segera menyiapkan regulasi berupa surat edaran atau peraturan gubernur.
“Saya sudah meminta kepala dinas perkebunan untuk membuat surat edaran atau pergub larangan budidaya sawit di Jabar sejak sekarang,” katanya dikutip dari Kompascom, Selasa (30/12/2025).
Ia mengungkapkan, enam bulan lalu dirinya menerima laporan rencana penanaman sawit di lereng Gunung Ciremai. Karena itu, KDM langsung meminta kepala daerah setempat menghentikan rencana tersebut.
“Saya bilang hentikan, tidak boleh diteruskan, dan akhirnya berhenti,” ujar KDM.
Sementara itu, terkait keberadaan kebun sawit di wilayah Cirebon, Dedi mengaku belum menerima laporan resmi. Namun, ia menegaskan bahwa jika lahan tersebut tidak sesuai peruntukan tata ruang, maka harus dilakukan penggantian fungsi.
KDM pun mencontohkan kondisi di Sukabumi dan Subang, di mana warga yang tinggal di sekitar kebun sawit kesulitan mendapatkan air bersih. Hal itu menjadi alasan utama Pemprov Jabar menutup ruang bagi ekspansi sawit.
“Jadi saya buat larangan karena Jabar kecil daerahnya dan wilayahnya sempit sawit kan perlu areal yang luas jadi nggak cocok. Jadi cocoknya teh, karet, kopi,” tegasnya.
Lebih jauh, mantan Bupati Purwakarta itu juga memastikan pemerintah provinsi akan menghentikan alih fungsi lahan yang tidak sesuai aturan. Ia mengungkapkan, sejumlah bencana banjir di Jawa Barat terjadi akibat kesalahan tata ruang.
“Kita benahi mulai Januari. Akan dibahas untuk perubahan tata ruang di seluruh Jawa Barat,” tutupnya.













