Jawa Barat Jadi Juara Nasional Pemutakhiran Data Keluarga 2025

- Reporter

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Jawa Barat kembali unjuk gigi. Dalam ajang Diseminasi Nasional Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) yang digelar Kemendukbangga/BKKBN, provinsi ini berhasil membawa pulang penghargaan sebagai pelaksana PK-25 terbaik tingkat nasional. Penghargaan diserahkan pada Selasa, 26 November 2025, di Jakarta.

Penghargaan tersebut diterima Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, yang hadir mewakili Gubernur. Siska menyebut keberhasilan ini bukan kerja satu pihak saja, melainkan hasil gotong royong seluruh lini — dari provinsi, kabupaten/kota, hingga para kader yang bekerja langsung di lapangan.

“Kerja keras semua pihak terbayar. Data keluarga yang akurat itu penting banget, karena dari situlah pemerintah bisa bikin program yang tepat sasaran,” ujar Siska, Rabu (3/12/2025).

Menurut data BPS 2024, Jawa Barat punya sekitar 12,8 juta keluarga. Data dari PK-25 yang memuat 27 indikator ini dipakai sebagai acuan banyak program penting, mulai dari bansos, layanan kesehatan, sampai penanganan stunting.

Acara penghargaan berlangsung meriah dan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai lembaga, pemerintah daerah, akademisi, hingga mitra pembangunan.

Fakta Mengejutkan: 1 dari 4 Keluarga di Indonesia Alami ‘Fatherless’

Salah satu sorotan utama dalam acara tersebut datang dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji. Ia mengungkap temuan penting PK-2025: seperempat keluarga di Indonesia masuk kategori ‘fatherless’ — kondisi ketika peran ayah dalam pengasuhan tidak optimal.

“Dampaknya cukup serius, mulai dari perkembangan mental, lingkungan sosial, hingga prestasi anak. Angka ini bahkan lebih tinggi di desa,” ungkap Wihaji.

Wilayah dengan kasus fatherless tertinggi berada di Papua Pegunungan, sementara yang terendah ada di Bali. Fenomena ini banyak terjadi pada keluarga dengan ayah perantau atau kepala keluarga yang sedang tidak bekerja.

Penanganan Stunting Harus Berbasis Teknologi dan Data Akurat

Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa PK-25 adalah fondasi penting untuk kebijakan pembangunan manusia Indonesia. Ia juga menyoroti bahwa penanganan stunting zaman sekarang sudah harus bergeser ke pendekatan yang lebih presisi.

Pratikno menjelaskan bahwa teknologi seperti cloud computing, AI, dan machine learning bisa membantu pemerintah mengolah data besar dengan cepat dan akurat.

“Data itu bukan cuma soal kondisi hari ini, tapi juga untuk melihat penyebab masalah dan apakah intervensi yang dilakukan benar-benar efektif,” jelasnya.

Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan adalah precision nutrition, yaitu metode pemberian gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Berita Terkait

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB