Cetak Sejarah, Laboratorium Pelatihan Program Bangga Kencana Hadir Pertama Kali Di Garut

- Reporter

Sabtu, 29 November 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com— Laboratorium Pelatihan Program Bangga Kencana pertama di Indonesia diresmikan di Kampung Curug Pesantren, Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Fasilitas yang dibangun melalui kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN, Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Desa Karyasari, serta Rumah Amal Salman ITB ini diharapkan menjadi percontohan nasional dalam pengembangan pelatihan pemberdayaan masyarakat dan percepatan penurunan stunting.

Peresmian dihadiri Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, Kepala Balai Diklat KKB Garut, Tohirin Hasan, serta Ketua Yayasan dan Direktur Rumah Amal Salman ITB.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam pengembangan laboratorium pelatihan ini. Ia menilai keberadaan fasilitas ini menjadi langkah maju dalam mendukung ketahanan keluarga serta peningkatan kapasitas masyarakat.

“Saya berharap ini berkelanjutan terus dan dicontoh oleh desa-desa lain,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menegaskan bahwa laboratorium ini merupakan yang pertama di Indonesia dalam implementasi program Bangga Kencana.

“Kita harapkan ini menjadi episentrum pendidikan dan pelatihan. Tempat belajar dari berbagai kementerian/lembaga serta stakeholder dalam pembangunan keluarga di Indonesia,” urainya.

Lebih lanjut dirinya menyoroti penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat yang kini berada pada posisi 15,9 persen. Di Garut, angkanya turun menjadi 14 persen sehingga dinilai layak menjadi lokasi studi banding bagi daerah lain. Menurutnya, laboratorium ini dapat mendukung praktik terbaik melalui integrasi pertanian organik, budidaya ikan, hingga pemanfaatan hasil panen untuk membantu keluarga berisiko stunting.

Inisiator dan pengelola laboratorium, Tohirin Hasan menambahkan bahwa pelatihan tidak lagi terbatas pada kelas, tetapi dapat langsung berada di tengah masyarakat.

“Ini benar-benar kembali ke alam, melakukan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Dari pemerintah desa, Kepala Desa Karyasari, Gaya Mulyana, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh program ini dan siap menjadikannya model bagi desa-desa lain di Garut. Ia menuturkan bahwa keberadaan budidaya nila dan sayuran merupakan hasil koordinasi pemerintah desa bersama Rumah Amal Salman, yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan ke depan ini menjadi pilot project untuk semua wilayah, terutama desa-desa di Kabupaten Garut, dalam pengembangan SDM dan pelatihan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Rumah Amal Salman ITB, Syachrial menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat berjalan jangka panjang melalui peran berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, perusahaan lokal, dan masyarakat.

“Harapannya ini jadi laboratorium nyata, tempat bertemu langsung dengan persoalan stunting, perangkat desa, dan akademisi. Ini jadi tempat kolaborasi yang hidup,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Rumah Amal Salman telah bekerja sama dengan pesantren selama 10 tahun untuk pemanfaatan lahan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi berkelanjutan.

“Semoga bisa diduplikasi, meskipun tiap wilayah berbeda. Kami di Rumah Amal siap mendampingi dengan dukungan ahli ITB dan mahasiswa untuk menyesuaikan kebutuhan dan potensi wilayah,” ujarnya.

Peresmian ini menandai langkah penting bagi Garut sebagai daerah percontohan dalam integrasi program Bangga Kencana, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta strategi percepatan penurunan stunting melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.

Berita Terkait

Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Darussalam (UNIDA Gontor) Tes Minat, Bakat  dan Potensi Diri Melalui Tes Primagen
MI MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL Gelar Kegiatan Perkemahan Jumat – Sabtu (Perjusa) Tahun 2025 Bersama Dirgantara Outbond Training
Primago Consulting berpartisipasi pada Kegiatan Career & Education Fair (CEF) 4.0 Tahun 2025 di UNIDA Gontor
Menteri Mendukbangga, Wihaji: Penyerapan MBG untuk 3B Capai Tiga Juta Penerima Manfaat
Refleksi Hari Guru Tahun 2025, Guru adalah ujung tombak peradaban bangsa
PERJUSA SMP MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL 2025 Bersama Dirgantara Outbond Training
Hadapi Era Digitalisasi, Rohmat Rospari Inisiasi Sistem Publikasi Anggaran BAZNAS
Bongkar Mata Air Situ Gadog Jadi ‘Telaga Dewa’, Anggota DPRD Yeti Wulandari Bersama Pemkot Depok dan Wakil Kementrian LHK Keroyokan Bersih-Bersih dan Tebar 1.500 bibit Ikan Dewa

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 14:46 WIB

Cetak Sejarah, Laboratorium Pelatihan Program Bangga Kencana Hadir Pertama Kali Di Garut

Sabtu, 29 November 2025 - 11:44 WIB

Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Darussalam (UNIDA Gontor) Tes Minat, Bakat  dan Potensi Diri Melalui Tes Primagen

Jumat, 28 November 2025 - 23:28 WIB

MI MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL Gelar Kegiatan Perkemahan Jumat – Sabtu (Perjusa) Tahun 2025 Bersama Dirgantara Outbond Training

Kamis, 27 November 2025 - 23:34 WIB

Primago Consulting berpartisipasi pada Kegiatan Career & Education Fair (CEF) 4.0 Tahun 2025 di UNIDA Gontor

Rabu, 26 November 2025 - 14:53 WIB

Menteri Mendukbangga, Wihaji: Penyerapan MBG untuk 3B Capai Tiga Juta Penerima Manfaat

Selasa, 25 November 2025 - 20:01 WIB

PERJUSA SMP MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL 2025 Bersama Dirgantara Outbond Training

Senin, 24 November 2025 - 09:44 WIB

Hadapi Era Digitalisasi, Rohmat Rospari Inisiasi Sistem Publikasi Anggaran BAZNAS

Minggu, 23 November 2025 - 22:03 WIB

Bongkar Mata Air Situ Gadog Jadi ‘Telaga Dewa’, Anggota DPRD Yeti Wulandari Bersama Pemkot Depok dan Wakil Kementrian LHK Keroyokan Bersih-Bersih dan Tebar 1.500 bibit Ikan Dewa

Berita Terbaru