Siarandepok.com – Dalam sebuah pertemuan, seorang pejabat yang disapa “Pak Wali” menyampaikan pesan penting kepada para ibu lurah dan kader Posyandu terkait pendidikan anak. Pesan utama yang ditekankan adalah agar “Jangan sampai ada yang putus sekolah” dan “Kudu sekolah PAUD”.
Beliau meminta bantuan semua pihak, khususnya para ibu lurah dan kader Posyandu, untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena alasan biaya. Untuk mengatasi masalah biaya, beliau meyakinkan bahwa kini tersedia program “rintisan sekolah swasta gratis” yang kualitasnya tidak kalah dengan sekolah negeri.
“Ibu-ibu harus bisa meyakinkan bahwa kita punya rintisan sekolah swasta gratis. Enggak kudu masuk negeri. Ada sekolah swasta gratis dan kualitasnya insya Allah juga enggak kalah dengan sekolah negeri karena kita bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta / IKIP,” ujar pejabat tersebut. Kerja sama ini bertujuan untuk mengawal, memfasilitasi, dan membantu sehingga kualitas sekolah swasta gratis dapat bersaing.
Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD/TK atau RA). Ia menjelaskan bahwa anak-anak harus melalui proses pendidikan PAUD atau TK/RA.
“Anak-anak kita harus melalui proses pendidikan PAUD atau TK. Karena kalau mereka langsung pengen masuk SD, sekarang tahun depan sudah bisa ditolak. Karena mereka harus punya Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Dapatnya di saat PAUD, TK, atau RA,” jelasnya.
Beliau berpesan agar jangan sampai ada kasus anak yang tidak diterima di SD hanya karena tidak memiliki NISN yang didapatkan melalui jenjang PAUD/TK/RA. Ditegaskan bahwa pendidikan minimal harus dilewati selama 13 tahun, dan salah satu syarat formalnya adalah melalui pendidikan PAUD atau TK.
https://www.instagram.com/reel/DQDXBf5EjkI/?igsh=MWMwbzZyeWFtdWZtbA==










