Pidato Prabowo di PBB: Inspirasi untuk Puisi Kritik Imperialisme Oleh: Novita Sari Yahya

- Reporter

Kamis, 25 September 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Sidang Umum PBB ke-80 menjadi momen yang menarik perhatian dunia ketika Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh semangat, menyinggung sejarah panjang penderitaan bangsa Indonesia di bawah penjajahan. Dalam pidato tersebut, beliau menegaskan:

“Negara saya mengenal betul penderitaan itu. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih hina daripada anjing di tanah air kami sendiri,” ujar Prabowo di hadapan para delegasi.

Beliau juga menambahkan:
“Kami, rakyat Indonesia, memahami makna dari penolakan keadilan, bagaimana rasanya hidup dalam sistem apartheid, dalam kemiskinan, dan tanpa kesempatan setara.”

Kata-kata ini menjadi inspirasi bagi saya menulis puisi berjudul “Anjing-Anjing Imperialisme”, yang menyoroti bayang-bayang imperialisme dan ketamakan kekuasaan. Sebelumnya puisi ini sering ditolak media, namun momentum pidato Prabowo membuka peluang agar karya ini dibaca dan direnungkan lebih luas.

Puisi ini menekankan bahwa harga diri, kehormatan, dan akal budi manusia menjadi pembeda penting antara manusia dan perilaku buas yang hanya mengejar keuntungan. Dalam konteks pidato, simbol “anjing” digunakan untuk menggambarkan kekuatan yang tunduk pada majikan, tanpa memperhatikan nilai kemanusiaan.

Anjing-Anjing Imperialisme
Oleh: Novita Sari Yahya

Anjing imperialisme yang mengonggong ketika majikannya terganggu,
Menunjukkan taringnya yang tajam ketika majikan terancam.
Anjing imperialisme yang memperebutkan seonggok tulang yang dilemparkan majikan,
Berebut seonggok tulang, saling bercakaran.

Manusia kurus kerempeng berdiri di pojokan, melihat anjing saling berebut tulang.
Perut keroncongan, dua hari tidak makan.
Tapi aku manusia, bukan anjing.
Kalau aku ikut berebut, statusku menjadi anjing herder,
Walau aku mati kelaparan.

Harga diri dan kehormatan membedakan manusia terhormat dari sekelompok anjing kelaparan.
Manusia punya akal sebagai pembatas antara benar dan salah.
Binatang tidak berakal, karena itu menjadi buas.
Demi perutmu, kau menjadi anjing imperialisme.

Ketika manusia memelihara kebinatangan dalam dirinya,
Apa bedanya manusia dengan binatang?
Kalau hanya berpikir tentang urusan perut yang lapar,
Bukan kehormatan dan harga diri manusia berakal.

Buang sifat kebinatanganmu,
Karena itu artinya menjadi manusia.
Kebuasan dan ketamakan iblis berwujud manusia.
Lenyapkan kebinatanganmu,
Agar sempurna menjadi manusia.

Pidato Prabowo dan puisi ini sama-sama mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan dan keadilan bukan sekadar kata-kata, tetapi soal mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan. Kata-kata yang berani di panggung dunia memicu refleksi dan kreativitas untuk menulis, mengungkapkan perlawanan terhadap ketamakan dan imperialisme melalui karya sastra.

Bogor, 25 Februari 2025
Novita Sari Yahya, ibu dari dua putra dan satu putri, penulis dan peneliti. Ekspose kegiatan: @novita.kebangsaan

Berita Terkait

Dies Natalis ke-18 Tahun, Polimedia Siapkan Talenta Kreatif yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berdampak
Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Video Dugaan Aktivitas Sabu di Rutan Depok Ramai di Medsos, Netizen Heboh
TPS Liar di Sukatani Depok Dikeluhkan Warga, Tumpukan Sampah di Jalan Kapitan 3 Tak Kunjung Teratasi
Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati
Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia
Sidak KTR di Kantor Pemkot Depok, ASN Jalani Pemeriksaan Kadar Karbon Monoksida

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:57 WIB

SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Video Dugaan Aktivitas Sabu di Rutan Depok Ramai di Medsos, Netizen Heboh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:50 WIB

TPS Liar di Sukatani Depok Dikeluhkan Warga, Tumpukan Sampah di Jalan Kapitan 3 Tak Kunjung Teratasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sidak KTR di Kantor Pemkot Depok, ASN Jalani Pemeriksaan Kadar Karbon Monoksida

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Rambu Rawan Laka di Jalan Raya Bogor Ditata Ulang, Pelajar Jadi Perhatian Utama

Berita Terbaru