Pesantren Darussalam Depok Hadirkan Motivator Alumni Gontor di Acara Khutbatul Arsy Pekan Perkenalan Pesantren 2025

- Reporter

Rabu, 30 Juli 2025 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Senin (28 Juli 2025), Pondok Pesantren Darussalam Banjaran Pucung Cilangkap, Kota Depok, Jawa Barat, menghadirkan Tokoh Inspiratif & Motivator Nasional alumni Gontor dalam kegiatan Khutbatul Arsy yaitu Dr Awaluddin Faj, MPd.

Dr Awaluddin Faj adalah Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dan Juga Unida Gontor, aktif dalam berbagai organisasi dan juga sebagai praktisi, konsultan pendidikan serta motivator nasional alumni pesantren.

Perlu diketahui, Kegiatan Khutbatul Arsy di pesantren yang berkiblat ke Pondok Modern Darussalam Gontor itu menjadi agenda tahunan yang setiap tahun diadakan sebagai ajang pekan perkenalan lingkungan pesantren kepada seluruh santri dan santriwati.

Kuthabul Arsy diartikan secara bahasa sebagai ‘khutbah yang tinggi’, khutbah yang sangat tinggi nilainya, sangat penting untuk disampaikan dan penting untuk dipahami oleh seluruh warga pesantren.

Khutbah pengenalan tersebut tidak cukup diadakan hanya sekali, tapi harus dilakukan berkali-kali guna memberikan bekal kepada santri baru tentang kehidupan pesantren, mengingatkan semua tentang tujuan santri masuk pesantren, mengingatkan arti perjuangan, arti kehidupan dan arti keilmuan. Maka dari itu, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun ajaran baru.

Dalam momen ini, Dr Awaluddin Faj sebagai narasumber mengupas tentang makna Hyme Oh Pondokku dan Filosofi Tentang Pekan Perkenalan itu sendiri.

Disamping itu, banyak materi tentang spirit dan daya juga pesantren yang beliau paparkan dan sekali diselingi dengan kegiatan fun game interaktif sehingga tidak membuat para santri dan santriwati mengantuk.

Panitia Khutbatul Arsy Ponpes Darussalam, Atifah Tohir, M. Ag, Mengatakan Kegiatan Khutbatul Arsy ini bertujuan untuk Mengenal dan memahami orientasi pesantren, sehingga kegiatan ini sangatlah penting bagi santri, pendidik dan warga pesantren.

Pemahaman tentang pesantren yang setengah-setengah akan mengakibatkan salah pandang atau salah menafsirkan terhadap pesantrennya, tidak hanya melihat dari sisi luarnya saja.

“Jangan seperti kera ketika memakan buah manggis, yang digigit hanya kulitnya yang rasanya pahit, padahal di balik kulit yang pahit tersebut terdapat isi buah manggis yang rasanya manis dan lezat,” ujar ketua panitia Ahmad Akmal Thohir, S.Pd

Berita Terkait

Kejuaraan Bola Voli Piala Wali Kota Depok 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Unjuk Gigi
Wawalkot Depok di Hadapan Ribuan Mahasiswa Unindra: Kuncinya Ada pada Integritas, Moral, dan Etika
Progres Jalan Enggram dan Jalan Pemuda Sawangan Lampaui 51 Persen
Warga Bedahan Apresiasi Pembangunan Jalan Sawangan Village
Jalan Raya Tapos Ditata, Penutupan Total Dilakukan Enam Jam
Pemkot Depok Buka Peluang Pelatihan dan Kerja di Jepang untuk 1.000 Warga
Warga Depok Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan Bakal Dapat Hadiah Rp1 Juta
Jalan Bungsan Bedahan Ditutup Sementara, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:57 WIB

Kejuaraan Bola Voli Piala Wali Kota Depok 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Unjuk Gigi

Rabu, 2 September 2026 - 11:51 WIB

Wawalkot Depok di Hadapan Ribuan Mahasiswa Unindra: Kuncinya Ada pada Integritas, Moral, dan Etika

Rabu, 2 September 2026 - 11:18 WIB

Progres Jalan Enggram dan Jalan Pemuda Sawangan Lampaui 51 Persen

Rabu, 2 September 2026 - 11:15 WIB

Warga Bedahan Apresiasi Pembangunan Jalan Sawangan Village

Rabu, 2 September 2026 - 11:12 WIB

Jalan Raya Tapos Ditata, Penutupan Total Dilakukan Enam Jam

Selasa, 1 September 2026 - 20:52 WIB

Warga Depok Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan Bakal Dapat Hadiah Rp1 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 20:49 WIB

Jalan Bungsan Bedahan Ditutup Sementara, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 1 September 2026 - 20:46 WIB

Pembangunan SMKN 5 Depok Berpotensi Ditunda, Lahan dan Kabel SUTET Jadi Kendala

Berita Terbaru