Hj Nurhayati: Stunting Ini Bisa Diselesaikan Asal ….

- Reporter

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Jumat (5/7) siang, anggota Komisi IX DPR RI Hj Nurhayati Effendy, kembali mengunjungi Kota Tasikmalaya. Menyapa warga di kawasan sekitar hamparan Gunung Galunggung. Mengisi kegiatan promosi kesehatan edukasi stunting.

Kunjungan dikonsentrasikan di GOR Kelurahan Bantarsari, Kec. Bungursari. Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus, demikian nama kegiatan itu. Menghadiri acara, ratusan warga dengan dominan kaum perempuan dan beberapa ibu hamil.

Mendampingi Hj Nurhayati dan menjadi pemateri, Kepala UPT Balai Diklat Garut, Mayang Maryana, mewakili kepala BKKBN Jabar. Kemudian Plt Kadis PPKBP3A Kota Tasikmalaya, Yani Nurjamaniyah. Masih di ruangan itu tampak juga jajaran unsur Muspika Bungursari.

Di rangkaian awal sesi acara, Camat Bungursari Sodik Sonandi, menyampaikan ucapan selamat datang. Ia mengaku menyambut kedatangan dan kegiatan diusung. Dalam harapnya memberi stimulasi edukasi bagi masyarakat, untuk terus menekan angka stunting.

Setelah mengungkap maksud kedatangan dan maknai stunting, di sesi materi, Hj Nurhayati meyakini urusan stunting ini bisa diselesaikan. Dengan syarat ada kolaborasi, semua bisa bekerja sama. Ia pun ungkapkan dua pola penanganan yakni, intervensi spesifik dan sensitif.

“Insya Allah, stunting bisa kita selesaikan, asal yang berkepentingan maupun masyarakat semua berkolaborasi. Kita sama-sama, bahu-membahu untuk terus menekan prevalensi stunting”, ujar Nurhayati di hadapan yang hadir.

Perhatian menangani stunting, menurutnya, harus dimulai sejak terapkan pola hidup sehat, lingkungan rumah bersih, perhatikan sanitasi, gunakan selalu air bersih sehari-hari. Itu yang ia maksudkan menerapkan intervensi sensitif.

Sembari sedikit berkelakar ia soroti tren sekarang, “Seringkali orang hamil sekarang inginnya apa? Makanan Seblak! Nah bu, ini makanan yang hanya mengenyangkan tapi enggak ada nilai gizinya”, katanya.

Pesan lainnya dengan menerapkan intervensi spesifik yakni, selalu memerhatikan aspek asupan makanan, kesehatan. Setelah lahiran misal, bayi berikan ASI hingga enam bulan. Ibunya perhatikan makanan bergizi. Lalu perhatian berikutnya dengan masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Saya juga ingin mengajak memperhatikan, kalau di sini banyak yang stunting lihat pola makannya. Biasanya pola makan ibu-ibu ini terutama anak-anak gadis yang kebanyakan sekarang ini senang makanan-makanan banyak mengandung garam, gula, dan lemak. Ini harus dikurangi karena tiga makanan ini bisa mengakibatkan banyak penyakit tidak menular yang mematikan”, beber Hj Nurhayati.

Sempat ditanyakan pada aparatur yang hadir, langkah lancarkan intervensi spesifik seperti untuk penderita anemia dan konsumsi tablet penambah darah, sudahkah berjalan lancar. Dan, dijawab kepala Puskesmas Bungursari , dijalankan bahkan sampai kegiatan pemeriksaan kehamilan selain pemberian makanan tambahan.

Baru turun 0,1%

Ajakan lainnya anggota parlemen ini, membangun keluarga berkualitas. Ia lukiskan untuk mencapai keluarga berkualitas diawali dengan perencanaan kelahiran. Cukup punya anak dua orang daripada punya banyak tapi enggak keurus.

Di akhir sesi beri materi, Nurhayati mengungkapkan, berkenaan upaya nasional turunkan stunting dengan target pemerintah di tahun 2023, sebesar 17%, lalu di 2024, hingga 14%, tapi pada kenyataan pada 2023 masih di posisi 21,5%. Dengan begitu langkah yang dilancarkan baru dapat menekan turun sebesar 0,1%. Kondisi capaian yang padahal sudah banyak melibatkan lintas sektor.

Di beberapa daerah yang kami lihat, yang kami suka datangi itu malah stuntingnya sekarang meningkat. Nah ini ada apa? Apakah lantaran aspek nilai asupan makanannya yang banyak tidak bergizi atau apa? Bisa jadi kebiasaan senang konsumsi makanan-makanan yang justru mengandung zat-zat berbahaya.

Berita Terkait

Merawat Harapan dan Senyum Anak-Anak Manggarai di Tengah Masa Pemulihan
Mustika Ratu Perkuat Transformasi Bisnis, Dua Direksi Raih Penghargaan  CEO dan CFO Award 2026
SMP Mumtaza Islamic School Gelar Fieldtrip 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Suara Anak Depok, Arah Kebijakan Kota
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Perkuat Pendampingan Keluarga, Wihaji Pastikan Komitmen Penurunan Angka Stunting
HUT ke 18, PIRA Depok Peduli Kompak Bergerak dan Berdampak
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Merawat Harapan dan Senyum Anak-Anak Manggarai di Tengah Masa Pemulihan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Mustika Ratu Perkuat Transformasi Bisnis, Dua Direksi Raih Penghargaan  CEO dan CFO Award 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Perkuat Pendampingan Keluarga, Wihaji Pastikan Komitmen Penurunan Angka Stunting

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:59 WIB

HUT ke 18, PIRA Depok Peduli Kompak Bergerak dan Berdampak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Dana RW Rp300 Juta Bukan Sekadar Bangun Jalan! RW 10 Kelurahan RJB Pancoran Mas Kota Depok Depok Pilih Mobil Siaga, Ini Alasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026

Berita Terbaru

Aksi Tim Maung ASRI saat menindak kegiatan pembakaran sampah liar di area tepi Kali Sugutamu, kawasan Perumahan Taman Cipayung, Jalan Proklamasi, Abadijaya, Sukmajaya, Jumat (16/10/26). (Foto: Dok. Tim Maung ASRI)

Berita Depok

Nekat Bakar Sampah di Pinggir Kali, Pelaku Terciduk Tim Maung ASRI

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:30 WIB

Lurah Kemiri Muka, Bahrul Ulum (kedua dari kanan). (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Kemiri Muka Masuk 6 Besar Depok, Realisasi PBB-P2 Capai 99,82%

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:27 WIB