Pemdaprov Jabar Dorong Tata Kelola Sampah “Zero Food Waste” di Rumah Tangga

- Reporter

Sabtu, 29 Juni 2024 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Siarandepok.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penerapan tata kelola sampah “Zero Food Waste” di lingkungan rumah tangga pada seluruh kabupaten dan kota di Jabar, termasuk Kabupaten Bandung Barat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan, seperti penumpukan sampah, kemiskinan, pengangguran, dan stunting.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, didampingi oleh Sekda Jabar, Herman Suryatman, serta para Kepala OPD Jabar, melakukan kunjungan dan menggelar pertemuan di kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (24/6/2024). Pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergi antara 27 kabupaten dan kota dalam pengelolaan sampah.

“Kita berbagi banyak hal, terutama bagaimana menurunkan kemiskinan, pengangguran, stunting, serta mendorong tata kelola sampah di tingkat rumah tangga dengan zero food waste, bagaimana sampah organik bisa habis (tuntas) dari rumah,” ujar Herman Suryatman setelah pertemuan.

Baru-baru ini, penumpukan sampah di aliran Sungai Citarum menjadi viral dan ramai dibicarakan warganet. Pemdaprov Jabar bersama kabupaten dan kota yang dilalui Sungai Citarum terus berupaya membersihkan sungai tersebut dengan menurunkan beberapa alat berat.

Herman menekankan pentingnya menerapkan tata kelola sampah zero food waste di Kabupaten Bandung Barat, yang terdiri dari 16 kecamatan dan 165 desa yang dilalui aliran Sungai Citarum. Jika zero food waste dioptimalkan sejak dari rumah, gerakan tersebut akan berdampak besar pada penanganan sampah secara keseluruhan.

“Insyaallah, jika kita dorong, Bandung Barat akan menjadi daerah paling maju di Jabar. Saya yakin orang Bandung Barat pasti bisa,” kata Herman.

Ia menuturkan bahwa masyarakat perlu dipaksa untuk memiliki pola pikir memilah sampah dari rumah tangganya sendiri. Saat ini, teknologi pengolahan sampah yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat baru bisa mengolah sekitar 24 persen sampah.

“Kita perlu mendorong masyarakat untuk memilah sampah demi kebaikan bersama. Saya yakin, Bapak Bupati pasti bisa,” ucap Herman.

Dorongan ini disambut dengan optimisme oleh Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim.

“Terima kasih Pak Sekda atas bimbingannya, juga Pak Gubernur yang banyak memberikan sharing kepada kita. Insyaallah, kita bisa menindaklanjuti. Insyaallah bis

a,” ujar Ade Zakir.

 

 

Berita Terkait

Sah Dilantik, Ketua HIPMI Depok Ardian Fajar Siap Tingkatkan Perekonomian Daerah
Supian Suri Dorong HIPMI Perkuat Sinergi Majukan Ekonomi Kota Depok
Hendra Macx Siap Jadi Agen Perubahan di Lingkungan RT 003 RW 009 Sukatani
Kiai Hasan Sebut Kehadiran Prabowo Beri Kenyamanan di Syukuran 100 Tahun Gontor
Prabowo Soroti Empat Moto Gontor, Kaitkan dengan Nilai di Akmil
Politeknik Negeri Media Kreatif Gelar Pelatihan Branding Visual untuk UMKM Kota Depok
Pradi Supriatna Dorong KPID Jabar Perluas Literasi Media Hingga ke Kota Depok
Sinergi Kodim 0508/Depok dan Pemkot Bersihkan Kawasan Pasar Kemiri

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:27 WIB

Sah Dilantik, Ketua HIPMI Depok Ardian Fajar Siap Tingkatkan Perekonomian Daerah

Sabtu, 19 September 2026 - 22:22 WIB

Supian Suri Dorong HIPMI Perkuat Sinergi Majukan Ekonomi Kota Depok

Sabtu, 19 September 2026 - 22:11 WIB

Hendra Macx Siap Jadi Agen Perubahan di Lingkungan RT 003 RW 009 Sukatani

Sabtu, 19 September 2026 - 19:23 WIB

Kiai Hasan Sebut Kehadiran Prabowo Beri Kenyamanan di Syukuran 100 Tahun Gontor

Sabtu, 19 September 2026 - 19:17 WIB

Prabowo Soroti Empat Moto Gontor, Kaitkan dengan Nilai di Akmil

Sabtu, 19 September 2026 - 07:20 WIB

Pradi Supriatna Dorong KPID Jabar Perluas Literasi Media Hingga ke Kota Depok

Sabtu, 19 September 2026 - 07:17 WIB

Sinergi Kodim 0508/Depok dan Pemkot Bersihkan Kawasan Pasar Kemiri

Sabtu, 19 September 2026 - 07:13 WIB

Jalan Raya Cipayung Depok Diberlakukan Sistem Buka Tutup hingga 5 November 2026

Berita Terbaru