Netty Heryawan Ajak Cegah Stunting Mulai Dari Hulu

- Reporter

Kamis, 8 Februari 2024 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bandung, 6 Februari 2024

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Netty Prasetiyani Heryawan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting mulai dari hulu. Yakni, sejak sebelum pernikahan dan masa kehamilan. Pencegahan juga dilakukan dengan mengoptimalkan 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Upaya ini penting agar Indonesia terbebas dari bencana peradaban yang dipicu tingginya angka stunting.

Netty mengungkapkan hal itu saat Sosialisasi Kampanye Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Villa Anissa, Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa, 6 Februri 2024. Netty hadir di hadapan ratusan warga bersama Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Fazar Supriadi Santosa, Gubernur Jawa Barat 2008-2018 Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Wawan Ruswandi, dan

Yofans Dwiaprihandijat dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pelrindungan Anak (DP2AKBP3A) Kabupaten Bandung.

“Hari ini kita membahas isu stunting yang merupakan isu nasional. Mengapa bersama dengan BKKBN, bukan dengan Kementerian Kesehatan? Karena BKKBN mendapat amanah dari pemerintah untuk menjadi leading sector, garda terdepan, dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia,” ungkap Netty.

“Kita meyakini bahwa stunting bukan sekadar gagal tumbuh, bukan sekadar pendek. Stunting bukan hanya kerdil. Paling bahaya dan paling ditakutkan sebagai akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang dampaknya anak-anak stunting kemampuan otaknya sebatas pada anak usia kelas satu SD,” Netty menambahkan.

Menurutnya, anak-anak stunting bukan tidak mungkin hanya menjadi musibah peradaban karena Indonesia memiliki kekurangan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Kondisi ini hanya akan menjadikan anak-anak Indonesia menjadi tamu dan penonton di negeri sendiri dan melihat orang-orang asing, dengan kemampuan teknologinya, mengelola sumber daya alam yang dimiliki.

“Karena itu, kita berharap anak-anak Indonesia tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas. Anak-anak yang memiliki cita-cita yang tinggi untuk mengelola Bumi Pertiwi, Bumi Nusantara ini. Ini tidak akan terjadi jika anak-anak kita stunting. Karena itu, kita harus bersama-sama mencegah stunting,” tandas Netty.

Sesaat sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Fazar Supriadi Sentosa mengungkapkan bahwa saat ini penduduk Jawa Barat mendekati angka 50 juta. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Bahkan, sejumlah kabupaten di Jawa Barat memiliki jumlah penduduk lebih banyak dibanding jumlah penduduk satu provinsi di daerah lain.

“Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 48,7 juta. Tahun ini mungkin sudah 50 juta. Sekitar 20 persen dari penduduk nasional. Dengan demikian, pembangunan nasional sanbat ditentukan oleh Jabar. Jabar berhasil, maka nasional berhasil. Demikian pula dalam upaya penurunan stunting. Keberhasilan percepatan penurunan stunting di Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan Jawa Barat,” ungkap Fazar.

Fazar mengingatkan bahwa stunting memiliki dampak jangka panjang. Dengan tumbuh dan kembang tidak optimal, maka peluang anak stunting menjadi menjadi tentara atau polisi yang mengharuskan tinggi badan ideal menjadi kecil. Belum lagi jika dihubungkan dengan perkembangan otak yang terhambat.

“Stunting berarti gagal tumbuh dan berkembang. Tumbuh badan, tinggi dan berat. Kembang berarti otak. Ini jadi masalah. Dari sisi pendek, gak bisa masuk polisi atau tentara. Apalagi otaknya. Kalau tidak ditangani, akan bermasalah di sekolah. Apalagi pada masa produktif. Mereka akan lebih mudah sakit. Pada usia 40 sudah sakit-sakitan. Ini jadi problem. Jadi bebam keluarga dan beban negara,” tandas Fazar.(N)

Berita Terkait

Suara Anak Depok, Arah Kebijakan Kota
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Perkuat Pendampingan Keluarga, Wihaji Pastikan Komitmen Penurunan Angka Stunting
HUT ke 18, PIRA Depok Peduli Kompak Bergerak dan Berdampak
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
Dana RW Rp300 Juta Bukan Sekadar Bangun Jalan! RW 10 Kelurahan RJB Pancoran Mas Kota Depok Depok Pilih Mobil Siaga, Ini Alasannya
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Capai 93%, Perbaikan Tiga Jalan Utama di Sawangan Rampung Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Damkar Depok Evakuasi Kucing Terjebak Motor dan Dua Biawak dalam Sehari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Ciptakan Momen Seru Keluarga di Family Fun Run 2.5K Depok!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Imbas Susu Menggumpal, SPPG Bojong Pondok Terong 4 Dihentikan Sementara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Sulap Posyandu Bandeng Beji, Dana RW Rp300 Juta Terbukti Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Nekat Ngerokok di Balai Kota Depok, Sejumlah Perokok Terjaring Sidak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:53 WIB

H. Iman Yuniawan Layak Pimpin Demokrat Depok

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:50 WIB

KONI Depok Gelar Doa Bersama Jelang Porprov Jabar 2026, Targetkan 30 Medali Emas

Berita Terbaru

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Depok Tahun 2026 digelar oleh DP3AP2KB yang bertempat di Gedung Baleka 2 lantai 10, Kamis (15/10/26). (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Headline

Suara Anak Depok, Arah Kebijakan Kota

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:35 WIB

Depok Kids Run Festival hadirkan kategori lomba lari bareng keluarga (Family Fun Run 2,5K). (Foto: dok. Narasumber)

Berita Depok

Ciptakan Momen Seru Keluarga di Family Fun Run 2.5K Depok!

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:31 WIB