oleh

Akankah Pemanasan Global Menjadi Semakin Parah?

SiaranDepok.com – Sains mencatat bumi kita sedang mengalami kenaikan suhu yang bisa dibilang parah, bahkan tahun lalu tercatat sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah manusia.

Dalam satu dekade belakangan ini 6 suhu terpanas yang pernah tercatat BUMN semuanya terjadi.

Apakah kita mampu menghentikan pemanasan global yang semakin parah?, sayangnya pemanasan global itu nyaris tidak mungkin buat digantiin.

Baca Juga :6 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang Cerdas – Siaran Depok

Jumlah si gas rumah kaca yang dihasilkan manusia agar gunain bahan bakar fosil aja itu nyempit 37 gigaton. Hal ini kayak ngebuang 6000 piramida Giza ke atmosfer bumi.

Kemudian itulah yang bikin kandungan karbondioksida dan emisi lainnya di atmosfer bumi yang tadinya rata-ratanya cuma segini. Jadi mencapai titik tertingginya selama 800.000 tahun terakhir.

Para Ilmuwan banyak yang sepakat kalau cara terbaik untuk memperlambat pemanasan global dengan ngurangin emisi gas rumah kaca ke udara.

197 negara di dunia juga bisa sepakat dalam 10 tahun ke depan. Kita udah harus mengurangi emisi gas rumah kaca segini buat ngejaga biar suhu bumi enggak naik 2° Celcius di akhir abad timur.

Pemanasan global juga disebut ikut menyebabkan banyak kematian lewat persebaran penyakit menurut para saintis bumi.

Emang ga akan langsung berakhir karena ini semua, kemungkinan semua bencana ini akan terjadi lagi.

Ini yang mungkin akan terjadi di Jakarta tahun 2050 kalau muka air laut terus nambah tinggi gara-gara pemanasan global.

Tentunya kita nggak bisa biarin ini sampai kejadian, untungnya Indonesia juga punya komitmen buat ngurangin emisi gas rumah kacanya ke udara.

Bikin kebijakan kaya nunda pemberian izin pembukaan lahan hutan dan gabung restorasi lahan gambut, ningkatin penggunaan pembangkit listrik tenaga terbarukan dan rehabilitasi dan penyerahan hutan untuk tujuan sosial.

Oleh karena itu, mari kita menjaga bumi kita dari pemanasan global, dengan menanam pohon lebih banyak, hemat air, berpergian dengan bus atau angkutan umum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru