Akankah Pemanasan Global Menjadi Semakin Parah?

- Reporter

Senin, 17 Januari 2022 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Sains mencatat bumi kita sedang mengalami kenaikan suhu yang bisa dibilang parah, bahkan tahun lalu tercatat sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah manusia.

Dalam satu dekade belakangan ini 6 suhu terpanas yang pernah tercatat BUMN semuanya terjadi.

Apakah kita mampu menghentikan pemanasan global yang semakin parah?, sayangnya pemanasan global itu nyaris tidak mungkin buat digantiin.

Baca Juga :6 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang Cerdas – Siaran Depok

Jumlah si gas rumah kaca yang dihasilkan manusia agar gunain bahan bakar fosil aja itu nyempit 37 gigaton. Hal ini kayak ngebuang 6000 piramida Giza ke atmosfer bumi.

Kemudian itulah yang bikin kandungan karbondioksida dan emisi lainnya di atmosfer bumi yang tadinya rata-ratanya cuma segini. Jadi mencapai titik tertingginya selama 800.000 tahun terakhir.

Para Ilmuwan banyak yang sepakat kalau cara terbaik untuk memperlambat pemanasan global dengan ngurangin emisi gas rumah kaca ke udara.

197 negara di dunia juga bisa sepakat dalam 10 tahun ke depan. Kita udah harus mengurangi emisi gas rumah kaca segini buat ngejaga biar suhu bumi enggak naik 2° Celcius di akhir abad timur.

Pemanasan global juga disebut ikut menyebabkan banyak kematian lewat persebaran penyakit menurut para saintis bumi.

Emang ga akan langsung berakhir karena ini semua, kemungkinan semua bencana ini akan terjadi lagi.

Ini yang mungkin akan terjadi di Jakarta tahun 2050 kalau muka air laut terus nambah tinggi gara-gara pemanasan global.

Tentunya kita nggak bisa biarin ini sampai kejadian, untungnya Indonesia juga punya komitmen buat ngurangin emisi gas rumah kacanya ke udara.

Bikin kebijakan kaya nunda pemberian izin pembukaan lahan hutan dan gabung restorasi lahan gambut, ningkatin penggunaan pembangkit listrik tenaga terbarukan dan rehabilitasi dan penyerahan hutan untuk tujuan sosial.

Oleh karena itu, mari kita menjaga bumi kita dari pemanasan global, dengan menanam pohon lebih banyak, hemat air, berpergian dengan bus atau angkutan umum.

Berita Terkait

Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya Sunda
Supian Suri Dilantik Jadi Ketua Mabicab Pramuka Depok, Wahid Suryono Pimpin Kwarcab 2026–2031
Kormi Depok Gelar Final Lomba Zumba, Liza Natalia dan Ayu Ting Ting Meriahkan CFD
7 Tokoh Alumni Pesantren yang Aktif Menjadi Narasumber Leadership di Indonesia
5 Pembicara Profesional Untuk Pelatihan Leadership di Indonesia
Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Depok Ajak Warga Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Pemkot Depok Gelar Job Fair 2026, Sediakan Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja
Dana RW Rp300 Juta Dimanfaatkan untuk Fasilitas Warga, RW 10 Grogol Lengkapi APAR hingga Sound System DEPOK – Realisasi anggaran berbasis

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Galakkan ‘Opsih Jumat’, Kelurahan Beji Dorong Gotong Royong Ciptakan Lingkungan Asri

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Lurah Cilangkap Imbau Warga Stop Bakar Sampah Usai Insiden Kebakaran Rumah Lansia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Batik Gong Si Bolong Khas Depok Unjuk Gigi di Panggung IFW 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:28 WIB

AYIMUN Chapter Depok 2026: Wadah Asah Karakter Kepemimpinan dan Diplomasi Pelajar Muda

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya Sunda

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Kormi Depok Gelar Final Lomba Zumba, Liza Natalia dan Ayu Ting Ting Meriahkan CFD

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:33 WIB

PAUD Melati BSI Dorong Anak Mengenal dan Menjaga Lingkungan Sejak Usia Dini

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:14 WIB

7 Tokoh Alumni Pesantren yang Aktif Menjadi Narasumber Leadership di Indonesia

Berita Terbaru