oleh

Sambut Hari Guru, Al-Iman Selenggarakan Webinar

Siarandepok.com- Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November menjadi momentum untuk mengokohkan profesi guru sebagai penggerak. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

 

Kesimpulan ini mengemuka pada Bincang Pendidikan yang berlangsung pada Sabtu, 20 November 2021. Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini diselenggarakan oleh Sekolah Islam Al-Iman bekerjasama dengan Southeast Asians Miniters of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMEO SEAMOLEC), Indonesia Bermutu, dan Nurul Fikri Education Center (NFEC).

baca juga :

Webinar yang mengambil tema Guru Profesional Mengutamakan Etika, Estetika, Cinta Kasih, Empati, dan Spiritual itu menghadirkan H.R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D (Direktur SEAMOLEC), Dr. Jaka Warsihna, M.Si (Ketua Umum Indonesia Bermutu), Zulfikri Anas (Direktur Pengembangkan dan Peningkatan Mutu Sekolah Islam Al-Iman), dan Rahmat Syehani, M.Pd (Direktur NFEC) sebagai narasumber. Paparan yang mereka sampaikan berhasil memukau para peserta, sehingga saat sesi diskusi dilaksanakan, kegiatan berlangsung sangat hangat.

 

Alpha Amirrachman menyampaikan tantangan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. Menurutnya, dunia pendidikan harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. “Sekolah harus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi agar dapat beradaptasi di era revolusi 4.0,” ujarnya.

 

Sementara, Zulfikri Anas, menekankan pentingnya peran guru dalam pembelajaran. Seorang guru adalah agen yang membawa perubahan bagi muridnya. Guru adalah teladan yang memberikan pencerahan bagi anak didiknya. “Seorang guru bertugas menyiapkan anak didiknya untuk hidup di eranya. Saya menyebutnya sebagai guru untuk kehidupan,” ujar pengembang kurikulum Kemendikbud Ristek ini./Naz

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Berita Terbaru