Darah Dan Doa

- Reporter

Selasa, 30 Maret 2021 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Hari Film Nasional

Oleh : Khairullah Akhyari

-Penikmat Film Nasional-

Darah dan Doa adalah judul film pertama yg resmi dibuat setelah Indonesia menjadi sebuah bangsa berdaulat. Film ini digarap oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) dengan sutradara Usmar Ismail. Naskahnya merupakan karya penyair Sitor Situmorang.

Tanggal 30 Maret 1950, sebagai awal dimulainya pembuatan film ini kemudian ditetapkan sebagai hari Film Nasional oleh pemerintah. Dan Usmar Ismail dianugerahi gelar Bapak Film Nasional.

Ini merupakan salah satu keputusan konferensi kerja Dewan Film Indonesia dengan organisasi perfilman pada 11 Oktober 1962 adalah “Menetapkan hari shooting pertama dalam pembuatan film nasional yang pertama Darah dan Doa (The Long March ) sebagai Hari Film Indonesia.”

Meski 30 Maret (1950) telah dianggap sebagai Hari Film; serta Usmar Ismail (Perfini), di samping Djamaludin Malik (Persari), disepakati sebagai Bapak Perfilman Nasional, namun pengakuan resmi (pemerintah) baru terjadi pada 1999, setelah ditandatanganinya Keppres no 25/1999 oleh Presiden BJ Habibie

Film Darah dan Doa, juga sempat diusulkan utk diikutsertakan dalam festival film canes. Sayang, krn bbrp hal kemudian dibatalkan. Bbrp pengamat dan kritikus film masa itu menemukan banyak kekurangan dari film Darah dan Doa. Diantara yg disoroti adalah tentang penampilan para pemainnya yg blm maksimal dengan peran yg diberikan. Musik yg kurang sesuai situasi, serta posisi geografis lokasi cerita hampir tak pernah jelas karena tidak pernah dipaparkan secara gamblang.

Pesan Moral

Sampai saat ini, pesan yg terdapat dalam film Darah dan Doa masih sangat relevan. Darah mencerminkan semangat yang membara, kerja keras mewujudkan cita-cita, pengorbanan dan keberanian. Meskipun juga tidak bjsa dipungkiri, bahwa manusia memiliki sisi kemanusiaan dan kelemahan yg tidak bisa dielakkan. Dan itulah yg terjadi pada Kapten Sudarto dalam film ini. Ia adalah seorang pemimpin tentara yg tangguh dan disegani, tapi juga ternyata seorang anak manusia yg lemah yg jatuh bisa salah dan lupa.

Namun demikian, Kapten Sudarto adalah manusia Indonesia yg memiliki akar keyakinan yang kuat kepada Tuhan. Dalam keterbatasan dan kesadarannya dai kemudian mengingat Tuhan dan menyerahkan semuanya kepada-Nya.

Pada akhir film, sang kapten berpesan dengan terbata-bata, “Jangan diulangi lagi, biar aku saja.” seolah ia berbicara pada kita (penonton) sebelum ia jatuh mencium tanah. Pertumpahan sesama anak bangsa cukup disudahi momen ini saja dan tak perlu ada lagi. Namun, sejarah membuktikan pesan ini ternyata hanya angan-angan dan mimpi belaka.

Semoga dengan hari film nasional ke 71, yang hari ini kita peringati, akan lahir film-film bermutu dari para sineas di negeri kita. Film yang mengangkat nilai nilai luhur bangsa, film yang memperkenalkan budaya dan karakter mulia dari seluruh wilayah Indonesia. Film Indonesia juga diharapkan bisa menjadi perekat kebangsaan diantara aneka keragamaan yang ada di Indonesia.

Berita Terkait

Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026
143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan
DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian
DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik
Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen
Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya
Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:20 WIB

Panja DPR dan Pemerintah Terus Tekan Biaya Haji 2027 Agar Lebih Terjangkau

Rabu, 16 September 2026 - 18:35 WIB

Pemkot Depok Siap Perkuat Sinergi dengan Pusat Kelola Aset dan Reforma Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 17:31 WIB

Uji Emisi Gratis di Balai Kota Depok: Jaga Kualitas Udara dan Cek Kondisi Kendaraan

Rabu, 16 September 2026 - 17:28 WIB

Jamin Keamanan Pangan, 143 SPPG di Kota Depok Resmi Kantongi Sertifikat Layak Higiene

Rabu, 16 September 2026 - 17:24 WIB

Memasuki Finalisasi Perbaikan, Jembatan Gantung Albar Depok Ditargetkan Beroperasi Minggu Ini

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Rabu, 16 September 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Berita Terbaru