oleh

Longsor di tambang emas Kabupaten Parigi Mountong Sulawesi Tengah. 20 Orang tertimbun

siarandepok –20 orang tertimbun di tambang emas kabupaten Parigi Moutong Sulawesi tengah hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung proses penyelamatan 20 orang penambang pak ini masih terus dilakukan warga sekitar mereka menggali material tanah dan bebatuan dengan alat berat pertambangan longsor di tambang emas ilegal ini diduga karena tanah menjadi lunak diguyur hujan deras longsor di tambang emas ilegal ini terjadi Rabu malam sekitar pukul 19.00 waktu Indonesia tengah. Yang dilakukan oleh aparat keamanan dan juga di bantu oleh warga sekitar berlangsung sejak tadi malam hingga pagi hari ini. Sekitar pukul 04.00 waktu Indonesia bagian tengah. warga yang membantu aparat menemukan dua jasad yang tertimbun di lokasi longsoran.

Sementara warga yang melakukan pencaharian dibantu oleh alat canggih yang ada dilokasi pertambangan. Sampai saat ini tantangan yang dihadapi petugas evakuasi adalah tekstur tanah yang lembek karena lokasi tersebut tanahnya tercampur pasir yang sangat rentan terhadap terjadinya longsor. Sehingga proses evakuasi berlangsung sangat lambat dan juga ekstra hati hati. Yang melakukan evakuasi hari ini rencananya akan terus melakukan pencaharian di pertambangan yang terjadi longsor. Informasi yang dihimpun hingga pagi ini sekitar 5 orang warga berhasil di evakuasi. Dan 3 orang ditemukan meninggal dunia dan yang lainnya diduga masih tertimbun di area pertambangan illegal.

Sebelum terjadi longsoran. Aktifitas warga di desa seperti biasa. Warga biasanya menggunakan alat alat tradisional untuk menambang namun secara tiba tiba terjadi longsoran karna tekstur tanahnya sangat rentang terhadap longsor yang mengakibatkan beberapa warga terjebak dan tidak bisa melolosakan diri dan berakibat tertimbun material tanah bercampur pasir di lokasi pertambangan.

Lokasi pertambangan tersebut beroperasi sejak beberapa tahun terakhir oleh pemerintah dan aparat sebenarnya sudah dilarang untuk beroperasi karna melihat bahwa belum adanya perizinan terhadap pemerintah. Namun karna warga sekitar sudah biasa dan menganggap menjadi lokasi yang sangat tepat untuk mencari nafkah (emas) dengan cara tradisional maka warga melakukan penambangan dengan cara mereka sendiri. Salah satunya dengan mengeruk beberapa lubang yang ada di sekitar desa tersebut.

Hingga saat ini belum ada saksi yang belum diperiksa oleh aparat kepolisian, melihat masih dilakukannya pencaharian evakuasi di lokasi terjadinya longsor. Namun dari konfirmasi kami terhadap kaporles akan terus melakukan proses evakuasi bersama pihak TNI dan warga sekitar agar wilayah ini benar benar bisa segera di selesaikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru