Akibat Melanggar PPKM, Kampung Berlian Terpaksa di Tutup oleh Warga Kampung Kedaung

- Reporter

Selasa, 26 Januari 2021 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok – Pada hari Selasa (25/10), dikabarkan pengusaha kampoeng 7 berlian dianggap banyak menabrak aturan. Selain tidak mempedulikan Peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga tidak mengantongi izin dari dinas terkait. Menyebabkan warga Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan habis kesabaran dengan tingkah laku mereka.

Adang, selaku ketua RW 08 juga sebagai ketua forum RT dan RW Kelurahan Kedaung mengaku merasa geram dengan kampoeng 7 Berlian karena di tengah wabah Covid-19 Kampoeng 7 Berlian tetap buka, bahkan sampai jam malam dan ditambah lagi dengan keluarnya peraturan baru PPKM. Seolah tidak mengindahkan peraturan dan teguran yang sering dilayangkan oleh Satgas Kampung Siaga Covid-19.

“Kami sebagai ketua lingkungan sangat kecewa dengan pengembang, bahkan dia (pengembang, red) menantang kami selaku ketua lingkungan, katanya wisaya ini gak bakal bisa ditutup,” kata Adang, saat menirukan bahasa pengembang.

Untuk itu, ketua forum RT dan RW yang didampingi oleh Bhabinkabtimas, Purwanto, Babinsa Siswadi, Satpol PP Kelurahan Kedaung, Ketua Covid-19 Saepudin, Ketua RW 05 Andiwijaya, beserta warga masyarakat mendatangi lokasi Kampoeng 7 Berlian pada pukul 21.52 malam untuk menutup.

Adang bersama Bhabinkabtimas, Babinsa, ketua kampung Covid-19, beserta ketua RT dan RW, serta masyarakat mendatangi lokasi tersebut untuk menutup dan menyegel lokasi Kampoeng 7 Berlian.

Dikatakannya, penyegelan yang dilakukan aparat dan warga karena pengembang tidak pernah ada niat baik dan justru menantang. Meskipun saling tegang dan argument. Namun, eksekusi bisa diatasi oleh petugas.

 

Penulis: TK

Editor: SFP

Berita Terkait

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB