ACT Apresiasi Pengabdian Guru Prasejahtera Lewat Program “Sahabat Guru Indonesia”

- Reporter

Selasa, 26 November 2019 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com-Jakarta- Mengabdi menjadi guru terkadang bukanlah sebuah jalan mudah, terutama untuk para guru yang kondisi ekonominya terbatas. Misalnya saja guru honorer dan guru tahfiz yang penghasilannya masih di bawah UMR. Menurut Data Pokok Pendidikan Nasional (Dapodik) Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, ada 1.070.662 guru yang masih berstatus honorer dengan
pendapatan di bawah UMR (rata-rata Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000 per bulan). Fakta
tersebut mendorong Aksi Cepat Tanggap menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia, yakni
program bantuan beaguru untuk guru prasejahtera, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Senin
(25/11).

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT menyampaikan tujuan utama program Sahabat Guru
Indonesia adalah untuk memberikan kontribusi perbaikan pada permasalahan pendidikan di
Indonesia. Salah satunya pada kesejahteraan ekonomi para guru. ”Program ini sebagai medium
untuk menyemangati guru-guru prasejahtera dalam mengabdi. Guru merupakan elemen penting
dalam menentukan kualitas pendidikan, peran guru merupakan peran sentral untuk membangun
karakter anak bangsa. Kami ingin terus menebar manfaat dan menjadi jembatan dari jiwa-jiwa
dermawan baik nasional maupun global untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami percaya
barang siapa yang memberikan kemudahan (membantu) saudara yang kesusahan, niscaya Allah
akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat,” ungkapnya.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan menambahkan fakta bahwa guru di berbagai pelosok negeri
banyak yang berpendapatan sangat kecil. “Masih tingginya jumlah guru berpenghasilan rendah
seakan menjadi pekerjaan rumah bersama. Mereka yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan
negeri butuh perhatian lebih. Misalnya, salah satu guru di Sikakap digaji 500 ribu per bulan. Itu pun
tak dibayar tiap bulan karena keadaan perekonomian sekolah yang tak menentu. Walau begitu, para
pengabdi negeri ini tak kenal lelah membimbing penerus bangsanya,” ungkap Wahyu.
Melalui program Sahabat Guru Indonesia, para guru prasejahtera di Indonesia akan menerima
beaguru untuk menunjang ekonomi mereka. Adapun kriteria guru yang menerima manfaat dari
program ini adalah mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta (termasuk guru honorer dan
guru tahfiz), berasal dari wilayah prasejahtera, dan memiliki dedikasi mengajar yang tinggi untuk
siswa-siswanya.

Sementara itu, tantangan untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa pun terus muncul.
Misalnya saja, sulitnya akses menuju sekolah, fasilitas sekolah yang belum memadai, hingga
minimnya pendapatan para guru. Salah satu cerita pengalaman menjadi guru honorer selama 10
tahun di MI Al-Huda Rancapinang, hadir dari seorang guru bernama M. Ramsudin Fajri. “Pada
tahun 2009 saya mengajar dengan sukarela tanpa ada yang bayar satu rupiah pun. Tapi semua itu
terus saya jalani tanpa terhenti ditengah jalan karena pada waktu itu sekolah kami belum
mendapatkan izin operasional dari Departemen Agama Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 2010
sekolah kami baru mendapatkan izin operasional dari instansi terkait dengan jumlah murid sebanyak
21 orang dengan kondisi bangunan sekolah masih gubuk yang memiliki 2 ruang belajar dengan
ukuran ruangan panjang 3×3 m2,” ungkap Fajri.

Semua operasional yang ada pun merupakan hasil jerih payah swadaya masyarakat. Pada tahun yang
sama, para guru di sana baru mendapat gaji per bulan Rp 100.000 dan dibayarkan setiap tiga bulan
sekali. Sedangkan pada tahun 2013 sampai dengan saat ini, mereka mendapatkan gaji per bulan Rp
300.000 dan dibayarkan setiap 3 bulan sekali.

“Proses belajar mengajar terus berlangsung walaupun kami harus bergantian dengan guru lainnya
demi bisa mencari nafkah buat istri dan anak-anak kami. Semua itu tetap tidak menyurutkan langkah
kami untuk tetap mengajar di sekolah karena saya yakin suatu saat Allah akan memberi
kemudahan,” tambah Fajri.

Gaji yang sangat kecil ini sangat tak berbanding dengan kebutuhan sehari-hari yang diperlukan oleh
keluarga guru. Oleh sebab itu, tak sedikit dari mereka yang harus bekerja lagi sepulang mengajar.
Lukman misalnya, guru honorer di SMP Terbuka 17 Bekasi sepulang mengajar akan melanjutkan
pekerjaan sebagai pengemas produk madu. Usaha ini ia lakukan demi mencukupi kebutuhan
keluarganya. “Kalau menggantungkan pemasukan dari mengajar saja tak cukup ya, tapi tak masalah.
Saya mengabdikan diri sebagai guru, mengajarkan anak-anak yang sebagian besar datang dari
keluarga perekonomian prasejahtera,” tutur Lukman.

*Dalam memperingati Hari Guru Nasional, masih banyaknya jumlah guru honorer prasejahtera
menjadi refleksi bersama untuk pendidikan Indonesia. “Program ini akan memberikan tunjangan
kepada guru-guru dengan keterbatasan ekonomi di seluruh Indonesia, terlebih mereka yang masih
berpenghasilan tak menentu dan rendah. Semoga program ini dapat menyemangati para guru dan
pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik,” tutup Wahyu Novyan.

Berita Terkait

PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Rasakan Banyak Manfaat, Warga Sukatani Tapos Ingin Wisata Keberagaman terus Berlanjut
Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
Tak Berizin, 43 Bangli di Jalan Raya Bogor Cimanggis Ratakan Tanah oleh Satpol PP Depok
Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Sabet Tiga Penghargaan Jabar, Supian Suri: Terima Kasih Nakes & Kader Posyandu Depok!

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Lestarikan Budaya dan Kolaborasi, Wakil Wali Kota Depok Buka Harmoni Angklung 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Lestarikan Musik Tradisional, PWI Depok dan Sanggar Seni Gelar Harmoni Angklung 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Ikut UI Half Marathon, Kapolres Depok Kampanyekan Hidup Sehat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Cimanggis Night Festival Kembali Hadir: Warga Terhibur, UMKM Bergeliat!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Dorong Ekonomi Umat dan Wisata Halal, Serambi Kuliner At-Thohir Resmi Diluncurkan di Depok

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Tim RW 04 Juarai Volley Ball Putri Ratujaya Cup 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Dapur Makin Ngebul! 156 Ribu Rumah di Depok Bakal Pakai Gas Bumi

Berita Terbaru

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Christian Rony Putra turut berlari bersama peserta UI Half Marathon, Minggu (11/10/26) yang berlangsung di Universitas Indonesia. (Foto: Humas Polres Depok)

Berita Depok

Ikut UI Half Marathon, Kapolres Depok Kampanyekan Hidup Sehat

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:01 WIB