Puluhan Korban Sistem Zonasi Sekolah Lapor ke Kemendikbud

- Reporter

Kamis, 4 Juli 2019 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pada Selasa (2/7) kemarin, puluhan siswa bersama wali murid melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor Balaikota Depok dan mengadu pada Kementerian Pendidikan Indonesia di Jakarta terkait permasalahan zonasi saat PPDB.

Ketua DKR Depok Roy Pangharapan kepada wartawan mengatakan, aksi ini merupakan sikap solidaritas DKR untuk keluarga miskin yang anaknya ditolak oleh sekolah negeri Depok.

“Kami dan siswa melakukan aksi karena

kebijakan sistem zonasi pendaftaran sekolah yang ditetapkan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 sebanyak 21 siswa miskin tidak bisa sekolah” katanya.

Roy Pangharapan menambahkan karena para siswa ini mendaftar ke sekolah yang tidak sesuai dengan zona yang sudah ditentukan. Dari siswa miskin yang ditolak terdapat seorang anak yatim.

Alasan ditolak katanya karena tidak sesuai zonasi. Padahal SMA dan SMK di Depok belum merata di setiap kecamatan.

Sebagian besar dari keluarga siswa korban zonasi tersebut adalah anggota relawan DKR Kota Depok yang selama ini sudah banyak membantu masyarakat Kota Depok untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma.

“Sudah menjadi kewajiban kami DKR Kota Depok membantu keluarga anggota relawan kami. Apalagi mereka keluarga tak mampu,” jelasnya.

Roy Pangharapan berharapnya, agar semua siswa miskin di Kota Depok mendapat haknya bersekolah di sekolah negeri tanpa dipersulit oleh sistim zonasi.

“Akomodir semua siswa miskin untuk masuk sekolah negeri, agar subsidi pendidikan dari pemerintah tepat sasaran,” katanya.

Menurut Roy Pangharapan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menetapkan zonasi sekolah sangat merugikan bagi keluarga rakyat miskin.

“Herannya justru kebijakan menteri yang mengorbankan keluarga miskin ini bisa berlaku dibawah pemerinahan Presiden Jokowi. Kok malah bertentangan dengan semangat Presiden Jokowi sendiri yang berusaha memudahkan pelayanan bagi rakyat khususnya yang miskin dan tidak mampu,” katanya.

Roy Pangharapan mengatakan, di Depok yang dekat dengan ibukota Jakarta, sistim zonasi sudah merepotkan keluarga miskin dan tidak mampu sampai tidak bisa sekolah.

“Bagaimana dengan daerah pelosok, diluar Jawa dan desa-desa terpencilnya. Bagaimana sumberdaya manusia bisa maju, sekolah saja dipersulit,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 12 siswa warga Kecamatan Beji, Depok mendaftar di SMK Negeri 3 Depok yang berada di Kecamatan Sukmaja, karena di Kecamatan Beji tidak ada SMA dan SMK Negeri.

Selain itu sebanyak 3 siswa juga tidak diterima di SMK Negeri 3 di Kecamatan Sukmaja padahal tinggal di Kecamatan Sukmaja yang sama.

Nasib yang sama juga dialami oleh seorang siswa warga Kecamatan Pancoran Mas.

Seorang lagi siswa dari Kecamatan Tapos mendaftar di SMA 4 Depok juga tidak diterima. 4 siswa mendaftar di SMKN 1 Juga ditolak padahal masih satu kecamatan.

“Padahal anak kami memilih SMK Negeri biar lulus cepat kerja, biar bisa bantu ekonomi keluarga,” kata Eti Kurniawati orang tua siswa Sevia Febriyanti.

Berita Terkait

Mau Masuk Gontor 2027, Yuk ikuti Kegiatan Try Out Masuk Gontor 2027 Bersama Bimbel Primago
Gelar Kegiatan LDKS 2026, SMK Kebon Jeruk Jakbar Gandeng Dirgantara Outbond Training
PKBM PRIMAGO INDONESIA Raih 4 PIALA dan Menjadi Kontingen Terbaik di Ajang Gema Tunas PKBM V Se Jawa Barat Tahun 2026
Petugas Pajak Sering Hadapi Penolakan Warga, Sosialisasi Jadi Kunci Penelusuran di Depok
Kejar Pajak di Tengah Tantangan Warga, Petugas Penelusur Sumbang PAD Rp6,5 Miliar
Rayakan Milad ke-26, KOOD Berbudaya Gelar Pesta Seni dan Budaya Tiga Hari di Depok
Bimbel PRIMAGO Depok Buka Program Konsultasi Persiapan Masuk ke Gontor dan Pesantren Modern Se Jabodetabek Tahun 2026
Kiai Hasan Sebut Kehadiran Prabowo Beri Kenyamanan di Syukuran 100 Tahun Gontor

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:14 WIB

Pameran Batu Akik di Milad KOOD Depok Heboh, Ada Koleksi yang Tembus Rp70 Juta

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07 WIB

Milad ke-26 KOOD, Wali Kota Depok Sampaikan Apresiasi dan Beberkan Progres Pembangunan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Polres Metro Depok Gelar Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Cimanggis

Sabtu, 26 September 2026 - 20:56 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Depok Fokus Layanan dan Kesejahteraan Warga

Sabtu, 26 September 2026 - 20:48 WIB

Ngaji Hikam Kembali Digelar di Masjid Agung Baitul Kamal, Supian Suri Minta Doa Kelancaran Tugas

Jumat, 25 September 2026 - 08:18 WIB

Porprov Jabar 2026: KONI Kota Depok Bidik Posisi 10 Besar dan 30 Medali Emas

Jumat, 25 September 2026 - 07:45 WIB

Jumat Tak Lagi WFH, Seluruh ASN Pemkot Depok Diwajibkan Kembali Bekerja dari Kantor

Kamis, 24 September 2026 - 15:13 WIB

Petugas Pajak Sering Hadapi Penolakan Warga, Sosialisasi Jadi Kunci Penelusuran di Depok

Berita Terbaru