Pemkot Kota Depok Perintahkan Pabrik Bakso di Cimanggis Ditutup

- Reporter

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat meminta CV Selera Prima Food (SPF) menutup pabrik pembuat bakso dan nugget yang dikeluhkan warga di tiga RW Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok.

“Ada sejumlah pelanggaran fatal yang dilakukan pengelola CV SPF pabrik pembuat bakso dan nugget yang sudah tidak bisa ditolerin selain keluhan warga atas buang limbah ke saluran air yang membuat pencamaran bau serta ke Situ Tipar, ” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dari DLHK Kota Depok Muhammad Isa, Selasa (14/5/2019).

Selain membuang limbah ke saluran air lingkungan ternyata perusahaan tersebut tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang cukup menampung limbah yang dihasilkan setiap produksi bakso dan nugget.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya limbah cair yang dibuang ke saluran air masih melebihi baku mutu dan menimbulkan bau busuk.

Tidak itu saja, imbuh dia, perusahaan tersebut diketahui belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Parahnya, CV Selera Prima Food mengubah fungsi bangunan. “Mereka awalnya mengajukan ijin sebagai gudang, tapi berjalannya waktu mereka malah memproduksi di lokasi tersebut,” katanya.

Hasil temuan DLHK Kota Depok memang seharusnya CV Selera Prima Food harus berhenti beroperasi sebelum memperbaiki IPAL dan pengurusan perizinan lainnya seperti IMB dan lainnya.

Sebelumnya, diberitakan pabrik pembuat bakso dan nugget di Mekarsari, Cimanggis dikeluhkan warga sekitar karena buang limbahnya ke saluran air menimbulkan bau busuk.

Sedangkan, Adi Wijaya, pemilik pabrik bakso dan nugget, mengatakan bau menyegat yang dikeluhkan warga diduga dari sampah dan lumpur yang menumpuk.

Pihaknya, tambah dia, tidak begitu saja membuang air limbah buangan ke saluran air tapi sudah melalui proses pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan ada water treatment sesuai ambang batas yang dikeluarkan DLHK Kota Depok.

Penulis : Ardiansyah Septian

 

<

Berita Terkait

Deklarasi Menteri WWF ke-10 Angkat Pengelolaan Air Terpadu pada Pulau Kecil
Kenapa Klub Seri-A Como 1907 Tidak Tertarik Rekrut Tom Haye ? ini Alasannya
WWF ke -10 Perkenalkan Subak Sebagai Pengelolaan Air Berbasis Kearifan Lokal
Percepatan Pengangkatan Guru Penggerak Menjadi Kepala Sekolah
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Beri Peringatan Keras ke Pihak Asing yang Berani Singgung Indonesia: Tidak Hanya Berbicara!
PKBM PRIMAGO INDONESIA ikut Memeriahkan Lebaran Depok 2024 dengan Penampilan Drama Budaya
Inginkan Perubahan, Bima Arya Dukung SS
Ajukan CLTN Supin Suri Mundur Dari Jabatan Sekda

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 12:38

Deklarasi Menteri WWF ke-10 Angkat Pengelolaan Air Terpadu pada Pulau Kecil

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:47

Kenapa Klub Seri-A Como 1907 Tidak Tertarik Rekrut Tom Haye ? ini Alasannya

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:15

WWF ke -10 Perkenalkan Subak Sebagai Pengelolaan Air Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:55

Percepatan Pengangkatan Guru Penggerak Menjadi Kepala Sekolah

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:38

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Beri Peringatan Keras ke Pihak Asing yang Berani Singgung Indonesia: Tidak Hanya Berbicara!

Senin, 20 Mei 2024 - 20:07

Inginkan Perubahan, Bima Arya Dukung SS

Senin, 20 Mei 2024 - 20:05

Ajukan CLTN Supin Suri Mundur Dari Jabatan Sekda

Senin, 20 Mei 2024 - 14:54

Buka WWF ke-10, Jokowi: Dunia Harus Berkolaborasi Mengatasi Tantangan Global Terkait Air

Berita Terbaru