Polresta Depok Belum Bertindak Tegas Terhadap Pengendara Yang Merokok

- Reporter

Sabtu, 6 April 2019 - 21:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siarandepok.com – Ketika berkendara, kita harus memerhatikan keselamatan seperti memakai helm. Dan pengendara juga harus taat peraturan dan harus mempunya SIM dan STNK. Selain itu, pengendara juga harus fokus berkendara agar tidak terjadi kecelakaan.

Biasanya masih banyak pengendara yang tidak fokus, sambil mendengarkan musik dengan earphone ataupun merokok. Jika merokok sambil berkendara, bukan hanya pengendara yang akan mengalami rugi tetapi juga orang disekitarnya yang dengan tidak sengaja menghirup asap rokok tersebut.

Melihat hal yang bahaya itu seharusnya pihak kepolisian dengan tegas memberikan sanksi tetapi Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok belum menindak tegas pengendara motor yang merokok sambil berkendara. Padahal aturan hukumnya sudah ada yaitu Peraturan Menteri Perhubungan No. 12/2009 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Kepala Satlantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, di Depok belum diberlakukan sistem tilang tersebut.

“Belum diterapkan tilang kepada pemotor yang merokok,” kata Sutomo, Jumat (5/4).

Meski demikian, Slamet mengimbau agar pengendara saling menghormati hak sesama pengendara. Artinya jangan sampai berkendara justru merugikan orang lain.

pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, peraturan dilarang merokok sambil berkendara sudah ada sejak 2009. Dan sudah sepatutnya aturan tersebut diterapkan untuk menegakkan keadilan.

Menurut Djoko, adanya aktivitas lain seperti merokok akan mengganggu konsentrasi dan menyebabkan terjadi kecelakaan lalu lintas serta membahayakan diri juga pengguna jalan lainnya. Lalu peraturan tidak boleh merokok saat mengemudikan kendaraan itu adalah untuk membangun budaya selamat dalam berlalu lintas.

Ia juga menyebut beberapa negara yang sudah menerapkan aturan denda ini, seperti di Inggris, Skotlandia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Afrika Selatan.

Penulis : Inggiet Yoes
Editor : Muthia Dewi Safira

 

 

<

Berita Terkait

Deklarasi Menteri WWF ke-10 Angkat Pengelolaan Air Terpadu pada Pulau Kecil
Kenapa Klub Seri-A Como 1907 Tidak Tertarik Rekrut Tom Haye ? ini Alasannya
WWF ke -10 Perkenalkan Subak Sebagai Pengelolaan Air Berbasis Kearifan Lokal
Percepatan Pengangkatan Guru Penggerak Menjadi Kepala Sekolah
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Beri Peringatan Keras ke Pihak Asing yang Berani Singgung Indonesia: Tidak Hanya Berbicara!
PKBM PRIMAGO INDONESIA ikut Memeriahkan Lebaran Depok 2024 dengan Penampilan Drama Budaya
Inginkan Perubahan, Bima Arya Dukung SS
Ajukan CLTN Supin Suri Mundur Dari Jabatan Sekda

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 12:38

Deklarasi Menteri WWF ke-10 Angkat Pengelolaan Air Terpadu pada Pulau Kecil

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:47

Kenapa Klub Seri-A Como 1907 Tidak Tertarik Rekrut Tom Haye ? ini Alasannya

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:15

WWF ke -10 Perkenalkan Subak Sebagai Pengelolaan Air Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:55

Percepatan Pengangkatan Guru Penggerak Menjadi Kepala Sekolah

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:38

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Beri Peringatan Keras ke Pihak Asing yang Berani Singgung Indonesia: Tidak Hanya Berbicara!

Senin, 20 Mei 2024 - 20:07

Inginkan Perubahan, Bima Arya Dukung SS

Senin, 20 Mei 2024 - 20:05

Ajukan CLTN Supin Suri Mundur Dari Jabatan Sekda

Senin, 20 Mei 2024 - 14:54

Buka WWF ke-10, Jokowi: Dunia Harus Berkolaborasi Mengatasi Tantangan Global Terkait Air

Berita Terbaru