Waktunya Kerja Cerdas, Bukan Kerja Keras! Yuk, Lakukan 9 Langkah Ini

- Reporter

Minggu, 24 Maret 2019 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Selama ini kita mungkin berpikir lembur berarti lebih banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Rumus simpelnya, semakin banyak jam kerja, semakin banyak hal yang dituntaskan. Hmm, ternyata pemikiran ini salah besar! Riset yang diterbitkan oleh John Pencavel Stanford University di tahun 2016 membuktikan produktivitas pegawai menurun setelah mencapai 50 jam kerja dalam seminggu. Hasil akan semakin menurun bila dilakukan 55 jam kerja seminggu. Bahkan seseorang yang bekerja 70 jam kerj seminggu tidak menghasilkan hal yang signifikan dibanding yang bekerja 55 jam kerja.

Kerja cerdas berarti fokus kepada hal-hal yang benar-benar penting. Kita harus menelaah pekerjan sehari-hari, mengetahui mana yang menjadi prioritas dan yang harus didelegasikan kepada orang lain. Mari nikmati hidup dan bekerja lebih cerdas dengan mengikuti 9 langkah di bawah ini:

1. Lakukan satu persatu

Kebanyakan orang berpikir multi tasking bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak. Nyatanya ini justru membuyarkan konsentrasi. Kita justru lebih produktif bila fokus melakukan tugas satu persatu. Mulai hari kerja kita dengan menuliskan apa saja yang harus diselesaikan di hari tersebut. Fokus pada tugas yang paling penting dulu, lalu lakukan yang lain. Batasi tugas yang paling menantang sebanyak 3-5 hal. Lou Babauta dari ZenHabits mengusulkan bahwa satu dari tugas paling penting tersebut harus berkaitan dengan tujuan kita dan dikerjakan sebelum jam 12 siang. “Kalau terus ditunda, kita akan telanjur sibuk dan kehilangan waktu. Kerjakan segera dan sisa hari akan berjalan lebih mudah,” saran Lou.

2. Fokus pada hasil, bukan waktu

Keharusan duduk di depan meja sampai waktu tertentu menciptakan kultur laksana pabrik yang justru membuat kita kehilangan sensitivitas terhadap tiga sisi alami manusia. Yaitu bahwa ketika otak lelah, maka tidak akan bekerja dengan baik, ide biasanya lahir tanpa paksaan, saat seseorang dipaksa melakukan sesuatu yang di luar kapasitas maka ia akann mulai membenci pekerjaannya. Di sinilah gunanya to-do list yang harus kita buat setiap hari. To do list membuat kita termotivasi dan fokus karena menunjukkan hal-hal yang berhasil dicapai selama sehari. Ditambah lagi ada kepuasan yang muncul saat berhasil mencoret satu persatu hal-hal yang ada di daftar to do list.

3. Kurangi membuat keputusan yang memakan waktu

Alasan Mark Zuckerberg mengenakan pakaian yang sama tiap hari adalah efisiensi waktu dalam memutuskan sesuatu. Coba lihat kegiatan kita sehari-hari yang sebetulnya kurang penting tapi menyita waktu. Seperti memilih warna lipstick atau dasi. Dalam metode bekerja cerdas, terlalu banyak pilihan justru membuat kita semakin tidak efisien.

4. Follow Up

Seringkali pekerjaan kita terkait dengan divisi atau rekan kerja lain. Oleh karena itu penting bila kita melakukan follow up kepada mereka. Lebih baik lakukan follow up melalui email dan di-cc kepada atasan atau pihak lain yang terkait agar semua mengerti urgensi tugas tersebut. Sebelum melakukan pekerjaan yang kompleks dan menuntut kerja tim, buat rencana kerja dan pembagian yang jelas agar setiap orang mengerti kewajibannya.

5. Mempekerjakan Orang Yang Lebih Pintar Dari Kita

Bila kita sudah menjadi atasan sebuah divisi dan membutuhkan pegawai baru, pastikan mereka yang dipekerjakan memiliki kemampuan tertentu yang lebih baik dari kita. Misal, sebagai marketing and communication manager, kita memiliki kelemahan di bidang digital marketing. Maka carilah staf yang memiliki kemampuan digital marketing yang baik. Cari orang-orang yang berbakat dan biarkan mereka melakukan tugas sebaik mungkin untuk kelancaran pekerjaan kita.

6. Istirahat dengan maksimal

Biar bagaimanapun kita butuh istirahat. Jangan paksakan diri makan di depan komputer atas nama lagi sibuk karena dampaknya pikiran justru makin butek. Manfaatkan waktu istirahat dengan melakukan hal-hal yang bisa menyegarkan pikiran. Menurut American Psychological Association strategi melepaskan stres yang paling efektif adalah berolahraga, berdoa atau datang ke layanan rohani, membaca, mendengarkan musik, menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman, pijat, jalan kaki, meditasi, yoga dan melakukan hobi yang kreatif. Sementara strategi melepaskan stres yang paling tidak efektif adalah berjudi, belanja, merokok, minum minuman keras, makan, main video game, browsing internet dan menonton TV atau film selama lebih dari dua jam.

7. Memahami pentingnya waktu

Sadari bahwa waktu itu penting untuk kesejahteraan kita. Okelah kita mungkin dibayar lebih banyak saat lembur. Tapi waktu ekstra dua jam lembur tersebut sesungguhnya bisa kita manfaatkan untuk berolahraga atau hang out dengan teman.

8. Asah kemampuan komunikasi

Seperti halnya manusia yang merupakan makhluk sosial, pekerjaan menuntut kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik. Asah kemampuan kita mendengarkan orang lain, berempati dan mengeluarkan pendapat. Minimalisir miskomunikasi yang tidak perlu dengan mengasah kemampuan-kemampuan tersebut. Misalnya, saat melakukan follow up melalui email, usahakan dalam bahasa yang singkat dan jelas sehingga tidak membingungkan penerima.

9. Manfaatkan mantra motivasi diri

Professor Kelly McGonigal dalam bukunya, Maximum Willpower, membahas tiga aspek motivasi diri demi kerja cerdas, yaitu I will, I won’t dan I want. Memahami ketiga aspek motivasi diri ini bisa meningkatkan tujuan produktivitas kita. Mantra I won’t berarti kita memiliki kekuatan menolak hal-hal yang bisa menghalangi pencapaian tugas. Seperti medsos atau bergosip di kantor. Mantra I will berarti kita fokus pada produktivitas. Contoh, membuat to do list untuk membuat pekerjaan kita efektif. Mantra I want bertujuan agar kita senantiasa teringat tujuan yang ingin dicapai. Ketiga mantra ini hanya akan berhasil bila dipraktekan secara konsisten dan disiplin.

 

Penulis  : Hanna Dwi Fajrini

 

Berita Terkait

SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok
Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum
Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.
Intip Fasilitas Bermain Baru TKIT Arafah Depok Hasil Revitalisasi
Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:04 WIB

KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:58 WIB

LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Ratusan Santri Ikuti Kirab Santri 2026 di Depok, Tempuh Rute 1,3 Kilometer

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:28 WIB

40 Tahun Fasilkom UI: Menatap Masa Depan Etika & Tata Kelola AI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Analisa Hukum For-WIN | Polemik Buku Istri Walikota Depok

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.

Berita Terbaru

Lurah Mampang, Darmawansyah didampingi staf kelurahan menyerahkan surat imbauan pengurusan izin PBG kepada SPPG Mampang 2, pekan lalu. (Foto: dok. Kelurahan Mampang)

Berita Depok

Lurah Mampang Minta 6 SPPG Segera Lengkapi Izin PBG

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:04 WIB

Lurah Beji, Samsu Sadikin. (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Hari Santri Nasional 2026: Pesan Lurah Beji untuk Generasi Muda

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:59 WIB

Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 dipimpin oleh Wali Kota Depok, Supian Suri pada Kamis (22/10/26). (Sumber foto: Siaran Depok/AN Rafi)

Berita Depok

Ratusan Santri di Depok Ikuti Apel HSN 2026 dengan Khidmat

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:43 WIB

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra, bersilaturahmi ke kantor Kepala BNN Kota Depok, Kombes Pol Raden M. Tohir Hendarsyah, pada Rabu (21/10/26). (Dok. Humas Polres Metro Depok)

Berita Depok

Gempur Narkoba, Polres Depok dan BNN Makin Solid

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:38 WIB