Kebiasaan Begadang Menurunkan Kinerja Otak

- Reporter

Minggu, 10 Maret 2019 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Banyak yang menjadi pemicu seseorang harus begadang. Mulai dari tugas yang menumpuk, pekerjaan yang tak kunjung kelar, hingga pertandingan bola dini hari.

Bahaya begadang pun sudah umum diketahui publik. Banyak penelitian mengungkap bahwa begadang terlampau sering bisa menyebabkan obesitas, hipertensi, dan diabetes.

Bukan hanya itu rupanya. Penelitian teranyar dari University of Birmingham menunjukkan, terlampau sering begadang, bisa bikin kemampuan otak cenderung menurun dalam hal konektivitas.

Konektivitas yang dimaksud diasosiasikan dengan kantuk yang meningkat, respons lambat, dan fokus yang lebih buruk. Hal ini terjadi sepanjang waktu dan terlihat saat jam kerja dimulai.

“Konektivitas berbeda dari mereka yang tidak begadang,” kata ketua peneliti, Elise Facer-Childs, dari Birmingham’s Center for Human Brain Health, dikutip Science Daily.

Dalam penelitiannya, Elise menganalisis pola tidur 38 partisipan yang sering begadang dan yang tidak melakukannya. Kemudian aktivitas keseharian dua kelompok tersebut dilacak, serta diminta untuk mengukur kadar hormon.

“Kemudian, otak peserta juga dipindai dengan MRI saat sedang beristirahat,” ujar dia.

Setelah itu, para partisipan lantas diminta untuk melakukan serangkaian tes pada waktu tertentu. Serangkaian tes dilakukan untuk mengukur seberapa cepat perhatian dan kecepatan reaksi mereka.

“Berdasarkan hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa orang yang tidak begadang memiliki konektivitas otak yang lebih tinggi daripada orang yang bedagang,” ujar Elise.

Para partisipan juga memiliki hasil tes terkait perhatian dan reaksi yang berbeda-beda. Mereka yang sering begadang mempunyai daya otak yang lebih baik pada malam hari. Sementara daya otak partisipan yang tidak begadang lebih baik saat pagi hari.

“Hasil ini membuat peneliti berkesimpulan orang yang suka begadang tidak cocok dengan pola kerja pada umumnya yakni jam 9 pagi ke jam 5 sore, karena tidak sesuai dengan jam biologisnya,” kata peneliti.

Sayangnya, pola kerja malam hari juga tak luput dari risiko menperburuk kesehatan tubuh. Pasalnya sebuah jurnal akademik Anesthesia menerangkan jika orang yang bekerja pada shift malam rentan mengalami gangguan perbaikan DNA.

“Kerusakan DNA adalah perubahan struktur dasar DNA yang tidak diperbaiki ketika DNA direplikasi,” kata S. W. Choi, penulis studi dari Research Associate di The University of Hong Kong, dinukil Times of India.

Menurut Choi, ada banyak hal yang bisa terjadi ketika seseorang mengalami gangguan perbaikan DNA. Di antaranya meningkatkan risiko terserang kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, hingga neurologis dan paru.

“Ini sangat berbahaya karena kegagalan perbaikan DNA menyebabkan ketidakstabilan genom dan kematian sel, sedangkan kerusakan DNA dapat menyebabkan peristiwa penggabungan yang tidak sesuai, mendasari transformasi onkogenik,” tandas Choi.

Berita Terkait

SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Depok Berlakukan PJJ Mulai Hari Ini
80 Persen Pengurus PPP Depok Periode 2026-2031 Didominasi Gen Z
Pemkot Depok Perkuat Ekosistem Toleransi hingga Tingkat RW
80 Peserta PKA Mabes TNI Studi Lapangan di Kota Depok
JUSS Jadi Ruang UMKM Depok Perluas Pasar dan Naik Kelas
Pemkot Depok Sediakan Ruang Publik untuk Lansia Tetap Aktif dan Produktif
DPRD Banten Studi Tiru Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif di Depok

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:48 WIB

SPN Polda Metro Jaya Bagikan Masker ke Warga

Senin, 7 September 2026 - 12:44 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Muncul di Depok hingga Senin Pagi

Minggu, 6 September 2026 - 22:17 WIB

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Depok Terapkan PJJ Dua Hari

Minggu, 6 September 2026 - 20:15 WIB

Menyala! SDI Ramah Anak Raih Juara Dua Futsal Raden Patah Kreasi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 18:45 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Polres Metro Depok Bagikan 1000 Masker

Minggu, 6 September 2026 - 17:54 WIB

80 Persen Pengurus PPP Depok Periode 2026-2031 Didominasi Gen Z

Minggu, 6 September 2026 - 17:45 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Depok, Berikut Langkah Pemkot Depok Tangani Ini.

Minggu, 6 September 2026 - 17:34 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Wilayah Depok

Berita Terbaru

SPN Polda Metro Jaya memabgikan masker kepada masyarakat di area sekitar SPN Polda Metro Jaya. (Foto: Dokumentasi istimewa)

Berita

SPN Polda Metro Jaya Bagikan Masker ke Warga

Senin, 7 Sep 2026 - 17:48 WIB