Bahayanya Bungkus Makanan Cepat Saji

- Reporter

Jumat, 8 Maret 2019 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Menu makanan cepat saji kerap menjadi pilihan karena praktis. Cara mengemas masakan cepat saji juga praktis sehingga membawanya tidak repot. Akan tetapi di balik kemasan makanan cepat saji itu ternyata bisa mengganggu kesehatan.

Di balik bungkus junk food ternyata mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai zat perfluoroalkyl (PFASs). Menurut penelitian baru dari Harvard School of Public Health, penggunaan bungkus makanan cepat saji tersebut akan berdampak pada terlambatnya metabolisme. Metabolisme yang lambat dapat menyebabkan penambahan berat badan dan juga dapat mengganggu berat badan.

PFASs digunakan dalam segala hal, mulai dari kain pakaian hingga permukaan peralatan masak. Dalam makanan cepat saji, mereka menggunakan bungkus makanan yang mengandung PFASs tersebut untuk mengemas sekaligus mencegah lemak pada makanan agar tidak menetes. Namun menurut Daily Mail, “Bahan kimia dapat meresap ke dalam makanan dan kemudian dicerna dan diserap ke dalam aliran darah.

Peneliti studi utama Qi Sun mengatakan bahwa penelitian ini menemukan hubungan yang jelas antara paparan PFASs dan metabolisme yang lamban.

Ternyata tak cuma makanannya yang berbahaya bagi kesehatan, namun juga bungkusnya memiliki dampak buruk untuk kita.

 

Penulis: Muthia Dewi Safira

Editor: Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat
Di Kementerian Ekonomi Kreatif, Denta Berbagi Perspektif Mengenai Harmoni Seni Pertunjukan
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok
Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum
Intip Fasilitas Bermain Baru TKIT Arafah Depok Hasil Revitalisasi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Supian Suri Sulap DOS Jadi Wadah Kreatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Peringati HUT Korem 051, Koramil Beji Sebar Bantuan Sembako

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:14 WIB

SDN Anyelir 1 Siap Siaga: Murid dan Guru Belajar Tanggap Bencana

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Target Emas Porprov 2026: Supian Suri Minta Atlet Depok Murni Fokus Juara!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Satgas Hijau GP Ansor Resmi Meluncur, Pesantren di Depok Siap Makin Asri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Lurah Mampang Minta 6 SPPG Segera Lengkapi Izin PBG

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Hari Santri Nasional 2026: Pesan Lurah Beji untuk Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Ratusan Santri di Depok Ikuti Apel HSN 2026 dengan Khidmat

Berita Terbaru

Wali Kota Depok, Supian Suri menyapa para pengunjung Depok Open Space pada gelaran Depok Youth Fest yang bertempat di Depok Open Space, Sabtu (24/10/2026)

Berita Depok

Supian Suri Sulap DOS Jadi Wadah Kreatif

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:00 WIB

Penyaluran bantuan sembako untuk warga kurang mampu dan anak yatim diselenggarakan oleh Koramil 02/Beji lewat agenda Jumat Berkah di Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (23/10/26). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Peringati HUT Korem 051, Koramil Beji Sebar Bantuan Sembako

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:22 WIB

Guna meningkatkan kesiapsiagaan, SDN Anyelir 1 Depok memberikan pelatihan P3K bagi guru dan menggelar simulasi bencana untuk para muridnya pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

SDN Anyelir 1 Siap Siaga: Murid dan Guru Belajar Tanggap Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:14 WIB