Pertumbuhan Ekonomi Tiap Wilayah Tidak Merata

- Reporter

Minggu, 10 Februari 2019 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan hilirisasi industri harus ditingkatkan ke kawasan luar Jawa dan Sumatera guna memacu pemerataan pertumbuhan ekonomi. Sebab, kedua pulau ini masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan  kontribusinya yang mencapai 80%.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menyatakan Pulau Jawa saat ini berkontri19busi sekitar 58,48% serta Sumatera 21,58% terhadap pertumbuhan ekonomi. “Cerita dari kedua pulau sudah bisa menggambarkan fenomena yang terjadi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Bambang di Jakarta.

Menurutnya,  industri manufaktur di Pulau Jawa sudah sangat masif sehingga pertumbuhan ekonominya konsisten lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional. Sedangkan Sumatera masih berada di bawah pertumbuhan nasional karena beberapa daerahnya masih terlalu bergantung pada komoditas kelapa sawit.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di Sumatera hanya 4,54%. Sebaliknya, Pulau Jawa mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72%.

Karenanya, hilirisasi industri harus mulai lebih banyak dibangun di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara dengan didukung oleh ketersediaan sumber daya alam serta kebijakan untuk meningkatkan industri manufaktur.

Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi bisa menjadi contoh pentingnya peningkatan kegiatan produksi di wilayah timur Indonesia. Sebab, pembangunan kawasan industri morowali memiliki dampak yang besar terhadap peningkatan kapasitas industri.

Selain itu, dia menyebutkan pembangunan smelter nikel di Sulawesi saat ini pun semakin masif, sehingga industri pengolahan semakin bertumbuh. Pengolahan komoditas kakao  menjadi bubuk cokelat juga bisa menjadi salah satu produk yang unik untuk terus dikembangkan.

Saat ini, perekonomian Sulawesi tumbuh sebesar 6,55% dengan kontribusinya sebesar 6,22% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara jika dibandingkan perekonomian pulau tetangganya, yakni Kalimantan perekonomiannya hanya tumbuh 3,91%, padahal kontribusinya mencapai 8,20%.

Bambang menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang lebih rendah dibandingkan dengan Sulawesi salah satunya dikarenakan kawasan tersebut tidak banyak memiliki industri  pengolahan. “Fluktuasi harga batu bara, menyulitkan pertumbuhan, sehingga ekonominya jalan di tempat,” ujarnya.

Namun demikian, Kementerian Perindustrian menurutnya saat ini sudah mulai mendorong pembangunan kawasan industri di Kalimantan. Sehingga, pulau-pulau timur Indonesia tidak lagi terlalu tergantung pada sumber daya alam.

Di sisi lain, Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menyebutkan, untuk menggerakkan investasi dan industri di Indonesia, pemerintah harus menyelesaikan kebijakan seperti peningkatan produktivitas tenaga kerja beserta perbaikan aturan tentang tenaga kerja agar pelaku usaha semakin tertarik berinvestasi.

Selain itu, Anton juga menggaris bawahi ongkos logistik antarpulau yang masih tinggi . “Pemerintah harus meningkatkan sistem logistik yang baik,” katanya.

Senada dengan Anton, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ari Kuncoro juga mengungkapkan minimnya kesiapan tenaga kerja industri, bisa menghambat pertumbuhan industri. Sehingga, dia meminta pemerintah lebih fokus pada peningkatan pendidikan vokasi dengan mendorong penyediaan tenaga pengajar  program vokasi yang berlatar belakang langsung dari pelaku industri.

Menurutnya, kurikulum pendidikan vokasi di Indonesia sekitar 75% masih berbentuk teori dan hanya 25% untuk praktik. “Padahal yang dibutuhkan sekitar 70% praktik  supaya banyak tenaga kerja yang siap terjun di bidang industri,” ujar Ari.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri, Achmad Wijaya menekankan kesiapa pelaku usaha dalam berinvestasi. Meski untuk merealisasikannya, pemerintah menurutnya juga harus menyediakan solusi atas biaya produksi yang tinggi  serta banyaknya ketidakpastian peraturan.

 

Penulis : Dian Mutia Sari

Editor : Muthia Dewi Safira

Berita Terkait

Pidato Kenegaraan Prabowo Jadi Penguatan Pemkot Depok Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Kapolres Metro Depok Silaturahmi ke DPRD, Bahas Penguatan Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
Wali Kota Depok Tinjau Pembangunan SDN Cinere 1, Ditargetkan Rampung Awal 2027
4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat
5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok
Tim Pemkot Depok Juara Trofeo Forkopimda, Rebut Piala Wali Kota
Kepala DP3AKB Jabar Minta Penyuluh KB Dorong Graduasi Keluarga Miskin Jadi Keluarga Pancawaluya
Tirta Asasta Depok Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Melalui Aplikasi ASASTAKu

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Bukan Sekadar Ajang Tanding, Porseni PGIS Depok Dipuji Jadi Wadah Memupuk Semangat Kemerdekaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Cegah Banjir dan Sambut HUT ke-81 RI, Kodim bersama Pemkot Depok Bersihkan Kali Baru Timur

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Yeti Wulandari Dukung Penuh Arahan Presiden Prabowo Tentang Birokrasi: Negara Harus Memudahkan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Supian Suri Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik Usai Simak Pidato Presiden Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo Jadi Penguatan Pemkot Depok Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Wali Kota Depok Tinjau Pembangunan SDN Cinere 1, Ditargetkan Rampung Awal 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:41 WIB

4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:39 WIB

5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok

Berita Terbaru