Eddy Beberkan Dampak Yang Terjadi Di Era Disrupsi 4.0

- Reporter

Rabu, 26 Desember 2018 - 12:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo menilai Era bernama industri 4.0 menyebabkan terjadi pengartian ulang terhadap pekerjaan. Banyak pekerjaan konvensional yang lenyap. Pada sisi lain muncul jenis-jenis pekerjaan baru yang sama sekali belum pernah ada pada dunia kerja.

Menurutnya, setiap revolusi industri selalu menimbulkan perubahan signifikan (disrupsi). Disrupsi pada industri 4.0 akan memporak-porandakan hampir semua pranata.

“Ada lima akibat utama (dampak) dari revolusi industri 4.0 yaitu pada ranah ekonomi, bisnis, sosial, individual dan negara,” kata Eddy di Jakarta, Rabu (26/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eddy mengatakan, dari dampak ekonomi diperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi lebih cepat, pekerjaan yang mengalami perubahan jenis dan munculnya ketrampilan-ketrampilan baru yang bahkan sebelumnya tidak ada.

Lalu, dari ranah bisnis dampak yang terjadi adalah harapan konsumen yang semakin beraneka ragam, kolaborasi antar pelaku bisnis yang semakin intensif dan terciptanya model-model bisnis baru.

“Munculnya pekerjaan-pekerjaan baru ini berbanding lurus dengan disrupsi yang terjadi pada dunia kerja. Ada tiga yang utama,” ujar Eddy.

Pertama, berdampak pada jenis pekerjaan (jobs impact). Skenario yang muncul dan hari ini sudah terjadi adalah beberapa jenis pekerjaan akan hilang seperti sudah disebut diatas. Beberapa jenis pekerjaan akan melakukan penggabungan.

Contohnya yang sekarang marak terjadi adalah penggabungan antara lembaga keuangan dengan teknologi digital sehingga muncul jenis pekerjaan baru gabungan antara teller, administrasi dan pemasaran dalam satu platform. Atau muncul jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada seperti youtuber atau instagramer.

Kedua, dampak pada ketrampilan (kompetensi) karyawan (skills impact). Ketrampilan lunak (soft skill) seperti misal kepemimpinan, komunikasi, motivasi memang terdampak namun tetap berbasis pada kaidah-kaidah lama yang tidak lekang ditelan jaman. Hanya diperlukan penyesuaian untuk menjawab tantangan industri 4.0.

“Dampak paling nyata adalah pada ketrampilan keras (hard skill) yang memang diperlukan untuk mengoperasikan jenis pekerjaan yang menjadi bidangnya. Ketrampilan mendesain platform dan mengelola big data, merupakan contoh dari ketrampilan keras yang muncul akibat dari jenis pekerjaan baru,” jelasnya.

Ketiga, dampak terhadap tempat bekerja (work impact). Ubud merupakan kawasan tetirah para wisatawan dari lima penjuru benua. Hari ini Ubud tidak sekedar menjadi tempat tetirah. Ubud menjadi pilihan banyak orang dari berbagai dunia untuk bekerja. Co-working space menjamur di Ubud. Kaum muda dengan penampilan layaknya turis suntuk dengan perkakas digitalnya. Mereka mengerjakan proyek-proyek dari berbagai perusahaan yang ada di muka bumi ini.

“Itulah arti dari dampak terhadap tempat bekerja. Ada banyak pilihan orang-orang untuk bekerja, tidak harus di kantor (pabrik). Pilihan menjadi tenaga paruh waktu (freelancer) sama baiknya dengan menjadi karyawan tetap perusahaan,” tukas Eddy. (FKV)

<

Berita Terkait

Pemadanan KJMU, Sebanyak 624 Orang Perlu Dicek Kembali
Bhabinkamtibmas Pulau Untung Jawa Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Aman Selama Bulan Puasa Ramadhan
Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan dan Bhabinkamtibmas Memastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Beras di Wilayah
Kapolsek Kepulauan Seribu Utara dan Bhabinkamtibmas Lakukan Pengecekan Harga dan Ketersediaan Beras: Stok Aman, Harga Stabil
Harga Sembako naik? Ini Cara Belanja Cerdas Dibulan Ramadhan
Pantauan Harga Beras di Jakarta, Ini Harganya di Sejumlah Pasar
Harga Beras Turun di Sejumlah Pasar, Begini Faktanya
Pj. Gubernur Heru Sebut Sembako Murah sebagai Upaya Pemprov DKI Menekan Panic Buying Jelang Ramadan

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru