Merengkuh Lailatul Qadar

- Reporter

Sabtu, 17 Juni 2017 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hikmah Puasa Hari Ke-23

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, MA
Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Qur’an Indonesia Kota Depok
dan Dosen Pascasarjana FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan. Dikatakan demikian, karena secara kontekstual orang yang mendapatkannya akan mengalami perubahan dalam hidupnya, jadi kian mulia. Pada malam itu Tuhan menuliskan takdir manusia, baik keberuntungan maupun kemalangan. Tidak hanya itu, dalam maknanya yang lebih luas, malam Qadar dipercaya mampu meningkatkan intensitas hablum minallah dan hablum minannas sekaligus.

dalam maknanya yang lebih luas, malam Qadar dipercaya mampu meningkatkan intensitas hablum minallah dan hablum minannas sekaligus.

Lailatul Qadar, seperti makna dasarnya, bisa dimaknai sebagai ketenangan atau keheningan. Lail atau malam adalah simbol ketenangan itu. Bagi kita, peristiwa yang dikatakan Allah sebagai lebih baik dari seribu bulan ini (QS. al-Qadr/97:3), sedianya mampu membuat situasi batin dipenuhi kedamaian dan ketenangan. Bukan hanya ketenangan dan kedamaian pribadi, tetapi bersifat transformatif dalam tatanan sosial-kemasyarakatan.

Orang yang mendapatkan malam Qadar juga akan tercerahkan secara spiritual dan intelektual. Pencerahan ini kemudian dapat dijadikan sebagai starting point dalam memulai membangun kehidupan yang lebih ke depan. Yakni sebuah model pembangunan yang tidak semata didasarkan pada perhitungan rasional, tetapi melibatkan kepekaan hati-nurani. Sehingga perbaikan di satu sisi tidak menimbulkan keburukan dan malapetaka di tempat lain. Kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa tidak diperoleh dari tangis-perih rakyatnya lainnya.

Tetapi, saudaraku, malam Qadar itu bukan hadiah yang diberikan Tuhan begitu saja. Untuk memperolehnya kita harus sudi bersusah payah dan sungguh-sungguh beribadah.

Bukan hanya ibadah di bulan suci ini, tetapi pada sebelas bulan sebelumnya. Dengan kata lain, malam Qadar adalah anugerah yang diberikan Allah kepada hamba yang dicintai-Nya setelah melewati pergumulan ibadah yang berat dan terus-menerus. Ramadhan adalah puncak kumulatif ibadah, di mana di dalamnya akan turun malam Qadar. Tetapi pendakiannnya harus dimulai sejak sebelas bulan sebelumnya.

Untuk bisa merengkuh malam Qadar, kita juga harus bisa memperbaiki diri dan mengendalikannya. Ramadhan adalah tali yang dilemparkan Allah ke bumi. Karena itu seyogianya kita gunakan tali itu untuk mengikat semua tabiat buruk dan perbuatan tercela sampai bertemu Ramadhan tahun depan. Bila saja kita konsisten dan terus-menerus membalut cinta kepada Allah, maka tanpa diminta malam yang di dalamnya turun para malaikat untuk mengatur segala urusan, akan menyapa kita.

Saudaraku, malam Qadar bukanlah seperti sangka kita selama ini. Ia bukanlah peristiwa hebat yang secara fisik ditandai dengan tak berhembusnya angin dan berhentinya ombak di lautan, atau tertunduknya pepohonan. Tetapi, sejatinya, malam Qadar itu justru ditandai dengan terjadinya perbaikan dan kebaikan pada diri manusia. Seperti, saling memperhatikan, saling melindungi, saling memberi cinta dan kasih sayang.

Kalau malam Qadar semata ditandai dengan ketertundukan alam, lalu apa makna terpentingnya bagi kita? Apakah serta-merta hati kita juga akan tunduk dan patuh kepada Allah? Malam Qadar itu adalah malam di mana Allah memuliakan hamba-Nya dengan berjuta kebaikan, ketundukan kepada Sang Pencipta dan kecintaan kepada sesama.

Malam Qadar bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja, sejak awal puasa hingga penghujungnya. Hanya saja kita tidak tahu orang yang telah mendapatkannya. Manakala seseorang mengaku mendapatkan malam Qadar justru sebenarnya ia tengah mengaku tidak pernah mendapatkannya. Malam Qadar adalah rahasia Allah dan hamba-Nya.***

Berita Terkait

Telah Dibuka! Penerimaan Santri Baru Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027
Awali Tahun Baru Islam, MUI Kecamatan Pancoran Mas Gelar Subuh Keliling di Masjid Taman Firdaus Depok Jaya
Usai Musim Haji, KIAS Travel Adakan Umroh Awal Musim 1447 H:Catat Tanggalnya!
Telah Dibuka Pendaftaran Bimbel Persiapan Masuk Ma’had Al-Azhar Cairo Tahun 2025 Bersama Bimbel Primago
SMP Tirtajaya Gelar Isra Mi’raj, Sambut Kemenangan Palestina Dengan Imani Sejarah Isra’ Mi’raj
“SMP Tirtajaya dan Siaran Depok Sepakat Sinergi Promosi Sekolah Berkualitas dan Terjangkau”
Pesantren Leadership Primago adakan Seminar Kepesantrenan Tentang Mendidik Anak di Era Digital & Kunci Sukses dalam Mendidik
8 Daftar Pesantren di Depok untuk Anak, Mana yang Jadi Pilihan Parents?

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 22:37 WIB

Pantau Hari Pertama Sekolah, Wakil Wali Kota Depok Pastikan MPLS Ramah Anak Berjalan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 22:20 WIB

Dorong Kreativitas, Wakil Wali Kota Depok Ingin Catur Jadi Olahraga Anak-Anak Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 22:10 WIB

Sarang Prostitusi Daring di Cilangkap Digerebek, Petugas Temukan Bukti Alat Kontrasepsi

Senin, 13 Juli 2026 - 22:00 WIB

Perkuat Kualitas Pendidikan Daerah, Wawalkot Depok Apresiasi Kehadiran YCAM Al Azhar

Senin, 13 Juli 2026 - 21:50 WIB

Sambut Tahun Ajaran Baru, Disdik Depok Terbitkan Edaran MPLS dan Gerakan Ayah Mengantar Anak

Senin, 13 Juli 2026 - 21:30 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, Pemkot Depok Perluas Sekolah Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Senin, 13 Juli 2026 - 21:20 WIB

Dorong Kemandirian Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Program PEKA di Kota Depok

Senin, 13 Juli 2026 - 21:10 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 di Pancoran Mas: Sinergi Tiga Pilar dan Warga dalam Dekapan Sepak Bola

Berita Terbaru