Memulai Hidup Sederhana

- Reporter

Minggu, 11 Juni 2017 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hikmah Puasa Hari Ke-16

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, MA
Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Qur’an Indonesia Kota Depok
dan Dosen Pascasarjana FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Puasa sejatinya mengarahkan manusia untuk memulai hidup sederhana. Seperti makna dasarnya, puasa berarti menahan diri. Menahan diri untuk bisa mengatakan “tidak” kepada semua kelezatan dunia, sekaligus mengatakan “ya” untuk mengambil seperlunya.

Bila puasa kita kian membuat pola hidup boros, bernafsu memborong semua kebutuhan pokok, dan mengumpulkan makanan dan minuman sebanyak-banyaknya untuk berbuka, pertanda bahwa kita belum bisa menahan diri. Puasa baru sekadar menahan diri dari makan-minum sepanjang hari untuk kemudian melampiaskannya ketika bedug Maghrib datang.

Nabi SAW bersabda: “Jauhkanlah makan dan minum dengan berlebih-lebihan, karena hal itu dapat merusak kesehatan jasmani, menimbulkan penyakit, dan membuat malas shalat. Dan hendaklah kamu berbuat sedang (sederhana) karena yang demikian akan membawa kebaikan pada tubuh dan menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan” (HR. Bukhari).

Pola hidup sederhana, menurut hadits ini, berpengaruh terhadap shalat. Shalat tarawih banyak ditinggalkan orang lantaran tidak bisa menahan diri saat berbuka. Akibat yang terjadi adalah kekenyangan, sakit perut, mual, malas dan mengantuk.

Hidup sederhana itu bukan berarti pelit, primitif, dan serba kekurangan. Islam melarang seseorang menyusahkan diri sendiri, apalagi sampai membuat nyawanya terancam.

Hidup sederhana juga tidak identik dengan kemiskinan. Sebab tidak sedikit orang kaya yang bisa menahan diri dan hidup secara sederhana. Atau sebaliknya, banyak orang yang sebetulnya tidak mampu justru berpola hidup boros, rakus, dan besar pasak dari pada tiang. Akibatnya, ia terbelenggu dan bakhil, banyak hutang dan sering berbohong, serta tidak tenang dan hidup di bawah tekanan.

Allah berfirman: “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal” (QS. al-Isra’/17: 29).

Tercela, menurut ayat ini, lantaran menghambur-hamburkan nikmat Allah, tidak memberikan hak-hak keluarga, fakir miskin, peminta-minta, dan ibnu sabil. Dan, menyesal karena tidak mampu memanfaatkan pemberian Tuhan untuk beribadah dan berdekat-dekatan dengan-Nya.

Hidup sederhana berarti juga menerima semua yang Allah berikan secara tulus. Semua rezeki yang diberikan Tuhan disyukuri dan dipergunakan semaksimal mungkin untuk beribadah kepada-Nya. Dengan demikian, hidup sederhanalah yang patut dikatakan menyukuri nikmat Allah, bukan sikap boros, konsumtif, mewah dan megah itu.

Pola hidup sederhana bisa kita mulai saat ini, dengan mengikuti filosofi puasa, yakni menahan diri.

Bila kita berpola hidup sederhana dan bersyukur kepada-Nya, maka kita tidak pernah merasakan kekurangan. Allah selalu memenuhi dan menambahkan rezeki untuk kita. Allah berfirman: “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim/14: 7).

Menurut al-Ghazali, bila seseorang bersyukur atas nikmat yang Allah limpahkan, maka Allah tidak hanya menambah rezeki orang tersebut. Tetapi Allah juga akan mengekalkan nikmat yang dianugerahkan. Sehingga rezekinya mengalir terus hingga pada kehidupan di akhirat, kelak.

Tantangan untuk berpola hidup sederhana saat ini terasa begitu berat. Di tengah kemajuan informasi dan telekomunikasi, masyarakat modern diserbu oleh berbagai tawaran produk yang mengarahkan pada pola hidup konsumtif dan hedonistik.

Gaya hidup mewah dan serba megah, seakan harga mati yang harus dinikmati. Bahkan bila mengabaikannya, akan dikatakan ketinggalan zaman, gagap-modernitas, dan tidak bisa memanfaatkan segala kemudahan yang tak lain adalah rahmat Tuhan.

Di sinilah nilai puasa kita ditagih, mampukah kita setelah berpuasa sebulan penuh menahan diri dan memulai hidup sederhana.*⁠⁠⁠⁠

Berita Terkait

Fatijja Qur’an Gelar Kegiatan Fatijja Talk 9.0 Bahas Rahasia Membangun Sekolah Islam yang Diingat dan Dipercaya Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd Konsultan Sekolah Islam Alumni Gontor
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow
Persatuan Unit-Unit Sukamaju Gelar Donor Darah, Gebyar UMKM, dan Cek Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Masyarakat
Telah Dibuka! Penerimaan Santri Baru Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027
Awali Tahun Baru Islam, MUI Kecamatan Pancoran Mas Gelar Subuh Keliling di Masjid Taman Firdaus Depok Jaya
Usai Musim Haji, KIAS Travel Adakan Umroh Awal Musim 1447 H:Catat Tanggalnya!
Telah Dibuka Pendaftaran Bimbel Persiapan Masuk Ma’had Al-Azhar Cairo Tahun 2025 Bersama Bimbel Primago
SMP Tirtajaya Gelar Isra Mi’raj, Sambut Kemenangan Palestina Dengan Imani Sejarah Isra’ Mi’raj

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Polres Metro Depok Intensifkan Program “Polisi Peduli di Citra Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Rayya dan Fairuz Resmi Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Depok 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Siap-siap! Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar di Depok

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Ada Program RSSG, Siswa Yang Mendaftar di SMP Islam Al Hasanah Meningkat

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Wawalkot Depok Minta ASN Resapi Makna Panca Prasetya KORPRI

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Aksi Bersih dan Parade Pemuda Depok Warnai Car Free Day Margonda Raya

Berita Terbaru

Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 yang berlangsung pada Senin (26/10/2026), diisi dengan sambutan dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra. (Foto: Humas Polres Depok)

Berita Depok

Siap-siap! Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar di Depok

Senin, 26 Okt 2026 - 13:53 WIB

Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Devi Maryori menyerahkan penghargaan Juara 3 Pembudayaan Keamanan Pangan dari BPOM saat pimpin Apel Pagi di Lapangan Balai Kota Depok pada Senin (26/10/2026). (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Okt 2026 - 13:49 WIB

Momen keseruan gowes bersama PRNU Tapos yang berlangsung di Buperta Cibubur, Minggu (25/10/2026). (Dok. PCNU Depok)

Berita Depok

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Okt 2026 - 13:46 WIB