Hasil PEPERA Sudah Final, Papua Bagian NKRI

- Reporter

Jumat, 30 Agustus 2019 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Edward Krey )*

Dari segi Historis dan yuridis sudah tidak ada celah lagi untuk mengungkit – ungkit bahwa Papua merupakan wilayah yang tak terpisahkan dari NKRI yang diakui secara de facto dan de jure, namun anehnya masih ada saja segelintir orang dan kelompok yang masih ingin agar Papua lepas dari Indonesia dengan berbagai alasan.

Alasannya yaitu PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) pada Tahun 1969 dilaksanakan dengan penuh intimidasi dan kecurangan Perbedaan RAS dengan suku bangsa Indonesia Lainnya. Perbedaan Budaya selama bergabung dengan Indonesia tidak ada pembangunan, justru kekayaan Papua yang dikeruk untuk orang luar Papua dan lain – lain.

Selain itu eksistensi KKB di Papua yang turut mendorong / memprovokator dari pihak eksternal yakni oportunis aktifis luar negeri dan satu negara kecil di pasifik selatan yang selalu bersuara minor terhadap Pemerintah RI yaitu Vanuatu.

Namun jika dicermati alasan diatas, semuanya itu dapat terbantah dengan data yang akurat, seperti diketahui PEPERA dilaksanakan oleh PBB, dimana dalam pelaksanaannya terdapat negara peninjau dan Pemerintah Belanda, sehingga sangat kecil kemungkinan adanya kecurangan ataupun intimidasi.

PEPERA  di Papua pada tanggal 19 November 1969 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan aman, PEPERA ini dilaksanakan oleh PBB dan diawasi langsung oleh beberapa negara peninjau, hasilnya Rakyat Papua dan Papua Barat menyatakan akan tetap bergabung dan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil PEPERA tersebut telah diserahkan ke Sekjen PBB dan kemudian disahkan melalui sidang umum PBB. Tak hanya itu Belanda yang waktu itu masih menjadi negara kolonial juga menerima hasil PEPERA tersebut. Sehingga Papua yang setelah proklamasi 17 Agustus 1945 – tahun 1969 masih dibawah kolonial Belanda, setelah PEPERA menjadi sah “sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI”.

Sekjen PBB akhirnya menuju Jayapura untuk memperjelas bahwa PBB akan menjamin kelancaran proses alih kekuasaan dari UNTEA kepada Pemerintah Indonesia. Sebab pedoman integrasi  Papua 1 Mei 1963 maupun hasil PAPERA 1969 yang melahirkan resolusi PBB 2405.

Hasil Papera tersebut akhirnya disahkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi 2505 pada 19 November 1969, yang artinya Papua telah kembali ke Pangkuan Indonesia dan sudah didukung penuh oleh masyarakat Internasional PBB.

Kebijakan pemerintah RI terhadap status Papua di tinjau dari Hukum Internasional sudah final yaitu, Papua dan Papua Barat merupakan begian dari wilayah NKRI. Mengingat ketika proses berintegrasinya hukum Internasional ke dalam hukum Nasional.

Oleh karena itu hukum Internasional tersebut juga harus menghormati hukum Nasional suatu negara. Termasuk Indonesia dalam hal ini.

Pada 2017 silam, Pemerintah Inggris melalui Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengungkapkan, bahwa kebijakan Pemerintah Inggris jelas mendukung persatuan Indonesia dan Papua sudah mutlak menjadi bagian dari NKRI

Perbedaan ras yang menurut kelompok separatis sebagai salah satu alasan mereka mau memisahkan ras Melanesia dari pangkuan NKRI,  menurut mereka beda dengan ras Melayu, jadi harus pisah dari Indonesia, Namun secara statistik ternyata lebih banyak orang Ras Melanesia yang tinggal di Papua dan sekitarnya dibanding dengan diluar Papua, selain itu Ras Melanesia terpecah dalam puluhan negara di Pasifik selatan. Sehingga tidak ada negara khusus untuk Ras Melanesia dan tidak ada negara di dunia ini yang berdasarkan RAS sebagaimana faham Facis dari Adolf Hitler dulu sebelum Perang Dunia Kedua meledak.

Tentunya kita tidak ingin ada peperangan antar anak bangsa di Indonesia, Apalagi Papua akan menjadi tuan rumah perhelatan event Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh karena itu kita harus meyakinkan bahwa mereka adalah saudara kita. Papua dan Papua Barat adalah sahabat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita juga harus menghindari sikap rasisme terhadap masyarakat Papua. Hal ini tentu sebagai wujud kita dalam mengamalkan nilai – nilai Pancasila yang sudah menjadi ideologi Bangsa.

Selain itu dukungan masyarakat terhadap pemerintah dalam membangun Papua tentu sangat dibutuhkan, karena upaya pembangunan tersebut merupakan salah satu hal konkrit untuk Papua agar mereka tidak merasa dianaktirikan.

 

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Berita Terkait

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026
Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Rabu, 4 November 2026 - 18:59 WIB

Ratusan Dapur Makan Gratis di Depok Kini Diawasi Ketat!

Rabu, 4 November 2026 - 18:56 WIB

Atap Rumah Warga, Lurah Rangkapan Jaya Satset Tangani Langsung

Rabu, 4 November 2026 - 18:53 WIB

DPUPR Depok Gercep Angkut Sterofoam hingga Batang Pohon di Kali Cabang Barat

Rabu, 4 November 2026 - 18:50 WIB

Sering Lewat GDC? Perhatikan Perubahan Besar di 5 Titik Ini!

Rabu, 4 November 2026 - 13:59 WIB

Mahasiswi UI Dijambret, Kapolres Metro Depok Minta Warga Waspada

Rabu, 4 November 2026 - 13:56 WIB

Sentuh Hati Orang Tua, Program RKAI Depok Beri Ruang Bagi Anak Istimewa

Rabu, 4 November 2026 - 13:53 WIB

Rampung 100%! Jalan Sawangan Permai Kini Lebih Mulus dan Nyaman

Berita Terbaru

Pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Depok, Arif Budiman, di Aula Kejari Depok, Selasa (03/11/26). (Foto: Dokumentasi Kejari Depok)

Berita Depok

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:01 WIB

Rapat koordinasi terkait pengawasan dan peningkatan kualitas SPPG diselenggarakan oleh Satgas Percepatan MBG di Aula Edelweis Lantai 5 Balai Kota Depok pada Rabu (04/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Ratusan Dapur Makan Gratis di Depok Kini Diawasi Ketat!

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:59 WIB

Lurah Rangkapan Jaya, Agus Riyan Herdyana, bergerak cepat mengunjungi rumah warga yang atapnya ambruk di RT 08 RW 05, baru-baru ini. (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Atap Rumah Warga, Lurah Rangkapan Jaya Satset Tangani Langsung

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:56 WIB

Penataan jalan di beberapa titik dilakukan oleh petugas DPUPR Kota Depok di Jalan Tamberehe, Boulevard Grand Depok City (GDC), Rabu (04/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Sering Lewat GDC? Perhatikan Perubahan Besar di 5 Titik Ini!

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:50 WIB