
SIARANDEPOK.COM — Universitas Indonesia (UI) melalui sinergi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “UI Peduli Lansia” di Auditorium Gedung 1 kampus FIB UI, Depok, seperti dilansir dari portal berita resmi Pemerintah Kota Depok (berita.depok.go.id). Program inovatif ini dirancang khusus guna mendongkrak kualitas hidup para lanjut usia (lansia) melalui pendekatan edukasi kesehatan terpadu dan kebudayaan.
Kegiatan lintas disiplin ini menggandeng sejumlah mitra strategis, mulai dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) FIB UI, Sekolah Lansia Fatmawati, hingga Lembaga Lansia Indonesia. Di tengah tren peningkatan populasi lansia yang kini mencapai 11,93 persen dari total nasional, langkah konkret ini juga menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya terkait kesehatan, pendidikan, serta kemitraan global.
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIB UI, Rouli Esther, bersama Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKG UI, Prof. Bramma Kiswanjaya, menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut memegang peranan krusial bagi kesejahteraan lansia. “Lansia yang sehat adalah lansia yang tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan nyaman, aktif, dan bermakna, di mana kesehatan rongga mulut berpengaruh langsung pada kemampuan makan, berbicara, serta interaksi sosial,” ungkap keduanya.
Selain pemaparan materi, para peserta mendapatkan fasilitas pemeriksaan serta konsultasi kesehatan gigi tanpa dipungut biaya oleh tim FKG UI yang melibatkan berbagai departemen keahlian. Tidak hanya itu, para lansia juga dibekali pelatihan senam rongga mulut untuk melatih fungsi kunyah, serta mengikuti sesi sarasehan bertajuk “Gigi Sehat Lansia Semangat” yang dipandu oleh Prof. Yuniardini Septorini Wimardhani.
Sementara itu, aspek kesejahteraan mental dan emosional para lansia diperkuat oleh FIB UI lewat integrasi seni dan budaya yang menyenangkan. Berbagai pementasan kreatif seperti pertunjukan angklung, operet, serta keterlibatan aktif peserta dalam aktivitas seni dihadirkan untuk menciptakan suasana yang gembira dan membangun kesehatan psikologis mereka secara menyeluruh.
Melalui kolaborasi inklusif ini, UI membuktikan bahwa solusi atas permasalahan sosial dan kesehatan lansia membutuhkan kerja sama multisektor yang berkelanjutan. Aksi nyata tersebut diharapkan mampu memberdayakan para lansia agar tetap mandiri, produktif, serta menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang optimal.














