
SIARANDEPOK.COM – Seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menghidupkan potensi desa, memperkuat identitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Hal demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Sanggar Ayodya Pala Depok, Dr. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds., M.Si., saat kegiatan *Workshop* “Harmoni Seni Pertunjukan” dalam rangka Aktivasi Desa Kreatif di Kawasan Bojonggede. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Denta menyampaikan rasa hormatnya dapat berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini, ia membawakan materi bertajuk “Harmoni Seni Pertunjukan” dengan mengangkat pentingnya sinergi antara seni, budaya, komunitas, dan potensi lokal sebagai kekuatan utama dalam membangun desa kreatif. Menurutnya, seni pertunjukan tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan menjadikan desa sebagai pusat kreativitas yang berkelanjutan.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan tersebut adalah cara membangun citra (*branding*) dan penentuan posisi (*positioning*) desa kreatif. Desa perlu memiliki identitas dan karakter yang kuat, mampu mengenali keunggulan lokalnya, serta memiliki pembeda yang dapat dikenali dan diingat oleh masyarakat luas. Dengan tata kelola yang tepat dan positioning yang jelas, potensi seni dan budaya tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga memiliki daya tarik, nilai tambah, serta peluang ekonomi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Denta mengajak seluruh pihak membangun kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Pemerintah, akademisi, seniman, komunitas, pelaku industri kreatif, dan masyarakat perlu berjalan bersama untuk menggali potensi lokal, memperkuat identitas, mengembangkan karya, serta menciptakan peluang ekonomi melalui seni dan budaya. Saatnya bergerak bersama: membangun identitas, memperkuat *branding*, menentukan *positioning*, menghidupkan seni, dan menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi kreatif Indonesia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Ekonomi Kreatif, seluruh penyelenggara, rekan-rekan narasumber, serta peserta yang telah menjadi bagian dari ruang berbagi dan kolaborasi ini. Harapannya, ruang diskusi seperti ini dapat terus konsisten mendorong penguatan ekosistem seni dan budaya di tingkat tapak.
Sementara itu, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Dadam Mahdar, menambahkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor seni rupa dan seni pertunjukan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pegiat seni pertunjukan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, membangun jejaring, serta mendorong kolaborasi lintas komunitas dan pemangku kepentingan guna memperkuat keberlanjutan aktivasi desa kreatif.















