
SIARANDEPOK.COM – Depok – Arrahman Islamic School (AIS) Berkomitmen memperkuat pondasi pelayanan dan profesionalisme pendidik serta tenaga kependidikan dengan menggelar kegiatan Capacity Building Budaya Kerja 2026.
Ar-Rahman Islamic School (AIS) yang berlokasi di jalan Bukit Cinere Raya No.50C, Gandul, Kec. Cinere, Kota Depok, Jawa Barat meluncurkan konsep penanaman budaya kerja baru bertajuk AIS SALAM Culture Day 2026.
Mengusung tema “Hidupkan SALAM: Dari Nilai Menjadi Perilaku, dari Perilaku Menjadi Budaya”, program ini dirancang sebagai Culture Activation Day untuk mengubah nilai-nilai lembaga menjadi kebiasaan kerja harian yang nyata.
Ini Bukan lagi seminar formal yang membosankan dan cepat dilupakan, dalam hal ini AIS merancang sebuah pengalaman pembelajaran berbasis kesadaran bawah sadar (experiential activation) yang secara langsung mengunci nilai ke dalam kebiasaan harian langsung diisi oleh praktisi dan konsultan pendidikan Islam di indonesia yaitu Dr. Awaluddin Faj, M.Pd
Dalam materi ini, narasumber menerapkan pendekatan berbasis pengalaman (70–75% aktivitas dan simulasi) yang menghubungkan pemahaman nilai dengan rencana tindakan berkesinambungan.
Dalam hal ini, Poin Kunci Internalisasi Budaya SALAM di lingkungan AIS:
✅ Penyelarasan Nilai Utama: Seluruh lini operasional difokuskan pada nilai SALAM—Saleh, Akhlak Mulia, Leadership, Alim, dan Mahir.
✅ Aktivasi & Simulasi Kasus: Peserta diajak menyelesaikan tantangan kerja nyata seperti penanganan komplain orang tua, manajemen krisis tenggat waktu, hingga resolusi konflik antarunit.
✅ Metode 6-Tahap: Proses transformasi dilakukan bertahap melalui Sadar, Paham, Mengalami, Merefleksi, Berkomitmen, hingga Membiasakan.
✅ Output Berkelanjutan: Mengformulasikan SALAM Behaviour Code (panduan Do & Don’t), komitmen individu Stop-Start-Continue, serta kesepakatan target budaya tiap unit kerja.
Melalui ekosistem terstruktur ini, Ar-Rahman Islamic School Bukit Cinere optimistis mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang unggul, berakhlak, dan profesional.
Dr Awaluddin Faj, M.Pd selaku praktisi dan konsultan pendidikan sekolah Islam mengatakan Budaya kerja yang kuat tidak dibentuk dari instruksi, melainkan dari pola perilaku yang dipraktikkan berulang hingga menjadi bagian dari identitas.
Agar internalisasi budaya memberikan dampak berkelanjutan (sustainable impact) pada indeks kepuasan orang tua murid dan performa lembaga, Lembaga AIS harus menerapkan mekanisme evaluasi berkala sehingga terukur dan terstruktur sehingga tata kelola SDM yang terstruktur dan mampu memperkuat posisi Arrahman Islamic School sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang unggul dalam karakter sekaligus profesional dalam tata kelola operasional.
Nah, Buat Bapak, Ibu, Pimpinan Lembaga yang mau mengadakan kegiatan Capacity Building Sekolah Islam, Pesantren, bisa hubungi 0878-8998-3338















