
Siarandepok.com – DEPOK — Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Graha Indraprasta, Kampus C Unindra, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi kepada mahasiswa baru sebelum memulai proses perkuliahan.
Rektor Unindra, Sumaryoto, mengatakan PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, baik dari aspek akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses pembelajaran.
“Sehingga harapan kami saudara-saudari bisa beradaptasi, mempersiapkan diri, dengan demikian proses pembelajaran ke depan akan lebih efektif dan mencapai sasaran yang kita inginkan,” ujarnya.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Unindra menerima 6.316 mahasiswa untuk program sarjana (S1), 631 mahasiswa program magister, 66 mahasiswa program PPK konselor, serta 10 mahasiswa program doktor.
Sumaryoto menjelaskan, pelaksanaan PKKMB dilakukan secara luring dan daring melalui kanal YouTube. Dari total peserta, sekitar 500 calon mahasiswa baru mengikuti kegiatan secara langsung di Graha Indraprasta, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring.
“Program PKKMB ini dilaksanakan secara luring dan daring melalui YouTube. Yang luring hadir di sini ada 500 calon mahasiswa baru, sementara selebihnya melalui daring dan YouTube,” tambahnya.
Mahasiswa Dituntut Lebih Mandiri
Di hadapan mahasiswa baru, Sumaryoto menjelaskan bahwa kehidupan di perguruan tinggi memiliki perbedaan dengan jenjang pendidikan SMA maupun SMK.
Menurutnya, mahasiswa dituntut lebih mandiri, termasuk dalam menentukan berbagai keputusan selama menjalani proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Ia berharap seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti rangkaian PKKMB dengan baik dan tertib sehingga mampu memahami lingkungan serta sistem pembelajaran di Unindra.
Di sisi lain, Unindra juga telah menyesuaikan kurikulum dengan Outcome-Based Education (OBE) serta kurikulum berdampak sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah.
“Mudah-mudahan harapan pemerintah yang dibebankan kepada perguruan tinggi secara perlahan tapi pasti, kita akan bisa menyesuaikan diri,” tandasnya.















