
Siarandepok.com – DEPOK — Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.5.1/4387/Sek.Umpeg/2026 mengenai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Regulasi ini dikeluarkan sebagai panduan baku bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Depok agar proses transisi siswa baru berjalan dengan kondusif dan terstruktur.
Dalam edaran tersebut ditetapkan bahwa hari pertama masuk sekolah akan dimulai secara serentak pada Senin, 13 Juli 2026. Sementara itu, rangkaian kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung selama lima hari kerja, yakni hingga Jumat, 17 Juli 2026. Disdik meminta setiap sekolah menyambut kehadiran para siswa baru dengan atmosfer yang ramah anak, aman, tertib, dan menyenangkan.
Poin krusial yang ditegaskan dalam SE ini adalah larangan keras terhadap segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, dan aktivitas destruktif lainnya selama masa pengenalan. Sekolah diwajibkan menyusun materi edukatif yang berfokus pada pengenalan budaya sekolah, penanaman karakter, serta adaptasi lingkungan belajar baru tanpa adanya tekanan psikologis maupun fisik terhadap siswa.
Selain fokus pada internal sekolah, Pemerintah Kota Depok melalui edaran ini juga menggalakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Program ini dirancang khusus untuk memperkuat keterlibatan dan peran aktif figur ayah dalam mendukung psikologis anak saat memasuki fase jenjang pendidikan yang baru.
Sebagai bentuk dokumentasi dan kampanye positif, pihak sekolah diminta untuk mengabadikan momen gerakan GAMAS tersebut. Hasil dokumentasi berupa foto atau video nantinya dipublikasikan melalui media sosial resmi masing-masing sekolah dengan menandai akun Dinas Pendidikan Depok serta menyertakan tagar resmi yang telah ditentukan.
Melalui langkah terintegrasi ini, Pemkot Depok berharap tahun ajaran baru dapat diawali dengan semangat positif yang melibatkan kolaborasi harmonis antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan suportif sejak hari pertama sekolah dimulai.















