
Siarandepok.com – BOGOR – Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Depok di tengah keterbatasan anggaran daerah. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) KuduSS Ramah (Kesatuan Ulama Depok untuk Supian Suri dan Chandra Rahmansyah) di Villa Semilir Gadog, Bogor, Selasa (7/7/2026) malam.
Di hadapan pengurus KuduSS Ramah tingkat kota dan kecamatan, Supian Suri menjelaskan berbagai langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
Menurutnya, saat ini sebanyak 52 sekolah swasta telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok dalam program pembiayaan pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 juta per siswa setiap tahun atau sekitar Rp250 ribu per bulan.
Selain itu, Pemkot Depok terus berupaya menambah daya tampung sekolah negeri. Tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak ke SMP dan SMA Negeri masih belum sebanding dengan jumlah sekolah yang tersedia.
“Kami terus berupaya menambah sekolah negeri sekaligus memastikan proses penerimaan peserta didik berlangsung adil tanpa praktik jalur titipan,” ujar Supian.
Ia menambahkan, pemerintah juga tetap mempertahankan program PAUD gratis yang telah berjalan sejak tahun lalu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.
Dalam kesempatan itu, Supian mengakui bahwa seluruh program pendidikan membutuhkan anggaran yang sangat besar. Karena itu, pemerintah harus menyusun skala prioritas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Raker KuduSS Ramah turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Kota Depok, di antaranya KH Syihabuddin Ahmad, KH Damanhuri Ahmad, KH Hadi Hidayatulloh, KH Bahrudin Toyib, KH Fakhrudin Ahmad, Yuyun Wirasaputra, H Yahman, H Sarmili, dan H Acep.















