
Siarandepok.com – DEPOK – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama tahun ajaran baru menjadi momen krusial yang menuntut kesiapan tidak hanya dari siswa, tetapi juga para orang tua. Di Kota Depok, sejumlah orang tua murid secara proaktif mempersiapkan aspek mental dan kemandirian anak agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru secara nyaman dan penuh rasa percaya diri.
Persiapan matang ini salah satunya ditunjukkan oleh Nurhayati, orang tua dari Nadira Malika Salsabilla yang baru saja masuk ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Shirojul Athfal. Guna melatih kemandirian sang buah hati, Nurhayati sengaja membiasakan putrinya untuk menyiapkan sendiri seluruh perlengkapan sekolahnya secara mandiri sejak jauh-jauh hari. Selain itu, penyesuaian pola tidur pasca-libur panjang menjadi fokus utamanya agar anak tidak kelelahan saat beraktivitas.
Tidak sekadar perlengkapan fisik, pembekalan nilai karakter moral juga menjadi prioritas penting selama masa transisi ini. Nurhayati senantiasa menanamkan pentingnya menjaga etika pertemanan serta bersikap sopan kepada para guru di sekolah. Ia bersyukur karena bekal tersebut membuat putrinya sangat bersemangat dan antusias menyambut hari pertama sekolah demi bertemu dengan lingkungan baru.
Cerita serupa datang dari Lia, orang tua dari Davina Abigail Rahmalia, peserta didik baru di SDN Mekarjaya 11. Lia mengaku telah merampungkan seluruh kebutuhan dan atribut pendukung MPLS putri tercintanya jauh sebelum hari pertama sekolah dimulai. Baginya, persiapan yang rapi sejak awal menjadi kunci kenyamanan anak ketika memasuki lingkungan pendidikan yang baru.
Antusiasme yang tinggi pun terpancar dari raut wajah Davina yang tampak sangat ceria sejak pagi hari saat bersiap-siap menuju sekolah. Guna menjaga momentum positif tersebut, Lia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan moral dan pendampingan intensif bagi putrinya sepanjang fase awal persekolahan ini.
Melalui langkah proaktif dari para orang tua ini, masa pengenalan sekolah diharapkan tidak lagi menjadi hal yang menegangkan bagi anak, melainkan sebuah awal perjalanan belajar yang menyenangkan. Keterlibatan aktif keluarga terbukti menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak saat mereka mulai melangkah di lingkungan sosial yang baru.















