
Siarandepok.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan respons positif terhadap usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait penambahan lima rute baru layanan Transjabodetabek yang akan menghubungkan Depok dengan sejumlah kawasan di Jakarta. Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian bersama.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pengembangan jaringan Transjabodetabek menjadi kebutuhan untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi. Menurutnya, rencana penambahan rute akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Kota Depok.
“Saya sudah membaca usulan tersebut. Selanjutnya akan kami diskusikan dengan Pemerintah Kota Depok. Yang jelas, keberadaan Transjabodetabek saat ini memang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Pramono, Minggu (5/7).
Ia menilai perluasan layanan transportasi massal menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi kemacetan, terutama bagi warga yang setiap hari melakukan perjalanan dari Depok menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Usulan penambahan rute tersebut sebelumnya telah diajukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok kepada Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sejak April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, menjelaskan terdapat lima rute yang diusulkan. Empat di antaranya merupakan trayek baru, sedangkan satu rute merupakan penyesuaian jalur atau rerouting.
Empat rute baru yang diajukan meliputi:
- Shila at Sawangan – Lebak Bulus
- Terminal Sawangan – Kuningan
- Terminal Depok – Cinere – Blok M
- Terminal Jatijajar – Terminal Kampung Rambutan
Sementara itu, rute Universitas Indonesia – Manggarai diusulkan sebagai penyesuaian dari trayek D21 yang sebelumnya melayani lintasan Terminal Jatijajar – Manggarai.
Aan mengatakan usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingat tingginya mobilitas warga Depok yang bekerja, belajar, maupun beraktivitas di Ibu Kota.
Menurutnya, penambahan rute diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi umum yang lebih mudah, nyaman, dan efisien bagi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Seiring dengan rencana pengoperasian rute baru, Dishub Kota Depok juga memperkirakan akan ada penambahan sarana pendukung, seperti halte dan fasilitas penunjang lainnya. Namun, saat ini pemerintah masih memprioritaskan proses pemetaan jalur dan penyusunan kajian teknis sebelum tahap pembangunan infrastruktur dilakukan.
Adapun realisasi pengoperasian lima rute Transjabodetabek tersebut masih menunggu hasil evaluasi dan persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, penambahan layanan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara Depok dan Jakarta serta memberikan pilihan transportasi publik yang lebih baik bagi masyarakat.***















