



SiaranDepok –Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan kesiapan mendukung rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan KSU, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, pembangunan rusun tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak, khususnya warga Kota Depok.
Ia menambahkan, Pemkot Depok akan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta Satpol PP dalam proses penataan dan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rusun tersebut. Selain itu, Pemkot Depok bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan sosialisasi kepada warga yang saat ini menempati lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurutnya, proses penataan lahan akan dilakukan secara manusiawi dengan pendekatan komunikasi sosial kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat proses pembangunan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan, pembangunan rusun akan dilakukan di lahan milik Komdigi seluas sekitar 45 hektare di Kota Depok. Lahan tersebut merupakan aset negara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Jika pembangunan dilakukan dengan konsep rumah susun bertingkat, kawasan tersebut berpotensi menampung hingga sekitar 170.000 unit hunian yang dapat dihuni lebih dari 500 ribu warga.
Program pembangunan rusun subsidi ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi backlog atau kekurangan rumah di Kota Depok yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 170.000 rumah tangga.
Pemerintah pun akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar pembangunan rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Yuda)













