SiaranDepok.com – Upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Depok. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menargetkan optimalisasi empat Unit Pengolahan Sampah (UPS) pada tahun 2027 sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas kebersihan kota dan kenyamanan warga.
Program tersebut masuk dalam Rencana Kerja Daerah DLHK Tahun 2027 dan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat menengah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa revitalisasi UPS menjadi program unggulan karena beberapa fasilitas saat ini belum berfungsi optimal atau bahkan dalam kondisi “mati suri”.
“Di 2027 kami mengusulkan empat lokasi UPS untuk direvitalisasi. Maksudnya direvitalisasi itu adalah dioptimalkan kembali fungsinya dengan pengoperasionalan kembali,” ujar Reni.
Empat lokasi yang diusulkan untuk direvitalisasi yaitu UPS Cisalak Pasar, UPS Sukatani, UPS Pondok Petir, dan UPS Harjamukti. Perbaikan akan dilakukan pada sisi bangunan maupun peralatan agar fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi maksimal.
“Karena saat ini empat UPS ini dalam kondisi tidak optimal, maka gedung dan peralatannya akan kami perbaiki dan sempurnakan,” jelasnya.
Melalui revitalisasi ini, DLHK menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah yang signifikan. UPS Cisalak Pasar ditargetkan mampu mengolah lebih dari 20 ton sampah per hari, sementara UPS Sukatani, Pondok Petir, dan Harjamukti masing-masing ditargetkan mengolah sekitar 10 ton sampah per hari.
“Kapasitas pengolahan disesuaikan dengan karakteristik dan lokasi masing-masing UPS,” tambah Reni.
Reni juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, DLHK membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPK).
“Kami memahami keterbatasan penganggaran, sehingga revitalisasi UPS ini akan kami tawarkan kepada para stakeholder atau pihak swasta yang berminat membantu pengelolaan sampah di tingkat tengah,” ungkapnya.
Selain revitalisasi UPS, DLHK juga menyiapkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi dan penyempurnaan sistem manajemen. Menurut Reni, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan dan komitmen Wali Kota Depok untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Harapannya, dengan optimalisasi empat UPS ini, beban sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang secara signifikan dan kualitas layanan kebersihan kota semakin meningkat,” pungkasnya. Asep












