



Siarandepok.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan industri kreatif lokal dengan mengumumkan penyelenggaraan Kurasi Kerajinan dan Fashion Tahun 2025.
Kegiatan ini mengusung tema besar
“Melestarikan Warisan, Membangun Masa Depan”
dan bertujuan untuk mempublikasikan serta mendorong produk lokal Depok agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Ketua Dekranasda Kota Depok, Cing Ikah, dalam pernyataannya, menyampaikan bahwa kurasi ini merupakan upaya strategis untuk memperkenalkan hasil kerajinan Kota Depok sebagai bagian dari kekayaan budaya yang patut dibanggakan.
”Kami ingin produk lokal Depok tidak hanya dikenal di tingkat kota, tapi juga bisa menembus pasar nasional hingga internasional,” ujar Cing Ikah.
Empat Standar Utama Kurasi
Untuk memastikan produk yang lolos memiliki kualitas dan daya saing tinggi, Dekranasda Depok menerapkan empat standar utama dalam proses kurasi, yaitu:
Valid:
Produk harus memiliki data dan asal-usul yang jelas.
Otentik:
Produk wajib menampilkan ciri khas dan keunikan lokal.
Terkini:
Produk harus sesuai dengan perkembangan zaman dan tren pasar saat ini.
Memadai:
Produk harus memenuhi standar kualitas, fungsi, dan nilai estetika yang tinggi.
*Jenis Produk yang Dikurasi*
Jenis kerajinan dan produk kreatif yang akan dikurasi sangat beragam, meliputi:
Produk kayu,Keramik,
Logam, Serat alam
Kain, Batu-batuan
Produk fashion.
Cing Ikah menyatakan keyakinannya terhadap potensi luar biasa yang dimiliki oleh para perajin dan pelaku industri kreatif di Kota Depok.
Ia pun mengajak seluruh pelaku usaha di bidang kerajinan dan fashion untuk memanfaatkan kesempatan kurasi ini.
”Kami percaya perajin dan pelaku industri kreatif Kota Depok memiliki potensi luar biasa. Melalui kegiatan kurasi ini, mari kita tunjukkan bahwa karya warga Depok mampu bersaing dan menjadi kebanggaan,” tutupnya.
Kurasi ini diharapkan dapat melahirkan produk-produk unggulan Depok yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kota tersebut.













