Kapan Sistem Penanggalan di Mulai?

- Reporter

Kamis, 20 Januari 2022 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waktu terus berputar dan berulang. Setiap pagi kita selalu melihat matahari yang terbangun dari tidurnya. Setiap minggu, kita selalu bertemu dengan sebuah hari yang dianggap banyak orang sebagai hari yang menyebalkan yaitu hari Senin.

Tidak bisa dipungkiri memang, kita hidup pada sebuah siklus yang berulang secara terus menerus yang mana kita sendiri pun tak tahu siklus tersebut akan berakhir di titik mana.

Lalu, Bagaimanakah awal mula manusia dapat mengetahui bahwa mereka hidup dalam sebuah siklus? Dan Bagaimana mereka dapat menciptakan Sebuah sistem penanggalan?.

Baca Juga : Satgas Dinas PUPR Bersihkan Sampah Kali Laya – Siaran Depok

Puluhan ribu tahun yang lalu tidak ada orang yang tahu bahwa hari ini adalah hari apa bulan apa dan tahun berapa. Setiap hari manusia melakukan kegiatan yang sama seperti berburu dan mencari sesuatu untuk dimakan.

Namun, ketika hewan buruan bermigrasi, tanaman tidak tumbuh, cuaca berganti dan perubahan alam lainnya, menyebabkan manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan makanan mereka.

Barulah manusia sadar bahwa terdapat suatu siklus yang berulang. Mereka mulai berpikir bahwa alam selalu berubah dan kembali pada pola yang sama. Pada saat itu barulah konsep “tahun” mulai muncul di kepala mereka.

Ketika peradaban mulai mengenal pertanian, mereka mulai sadar bahwa dalam satu tahun ada waktu tertentu yang lebih baik untuk menanam dibanding waktu yang lainnya.

Mulailah mereka membagi waktu tahunan menjadi musim dan bulan. Hal itu membuat orang-orang perlu membaca pergerakan benda di langit dan menentukan kapan harus menanam memanen memancing dan berburu.

Pada titik ini setiap peradaban di seluruh dunia dari mulai Mesopotamia Arab Maya hingga daratan Tiongkok mengembangkan sistem penanggalannya masing-masing.

Pada umumnya terdapat 3 sistem penanggalan Yaitu Solar (Matahari), Lunar (Bulan), Luni-Solar ( Matahari – Bulan).

Perlu diketahui sistem Solar atau Matahari adalah sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus Bumi mengitari Matahari. Awalnya sistem matahari dipakai hanya untuk siklus jangka pendek yaitu siklus harian. Ketika matahari terbit dan tenggelam disebut sebagai “Siang” sedangkan waktu ketiadaan matahari disebut “Malam” Lalu gabungan keduanya disebut dengan 1 hari.

Namun ketika fenomena terbit dan tenggelamnya matahari ini digunakan untuk melakukan perhitungan siklus jangka panjang, ternyata tidaklah akurat. Jadinya sistem Solar ini lama tidak disadari oleh manusia karena pola pergerakannya tidak mudah terlihat.

Sampai pada suatu ketika manusia sadar bahwa pergerakan terbit dan tenggelamnya matahari tidak berulang pada orbit yang sama Sistem solar membagi 1 tahun langsung dengan 365 posisi matahari di langit Kenapa 365 hari?

Berita Terkait

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor
Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 
Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)
Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat
787 Usulan RTLH 2026 Diverifikasi, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok Pastikan Tepat Sasaran
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren
SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 15:12 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:43 WIB

Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)

Rabu, 29 April 2026 - 09:41 WIB

Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat

Rabu, 29 April 2026 - 09:19 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 15:23 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 15:20 WIB

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:15 WIB

Berita Pilihan

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:12 WIB