Sering Bermain Medsos Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan.

- Reporter

Rabu, 1 Desember 2021 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Musim Pandemi Covid 19 kita semua dianjurkan untuk menjaga jarak, oleh karenanya berkomunikasi jarak jauh menjadi efisien. Dan Media sosial pastinya menjadi sangat bermanfaat untuk mengantisipasi covid 19.

Seperti dilansir dari psych2go.net bahwa menggunakan media sosial yang berlebihan justru berbahaya bagi kesehatan mental kita.

Melansir dari psych2go.net menyebutkan tentang 4 cara  media sosial dapat membahayakan kesehatan mental Anda.

baca juga :

BKSDA SKW II Pangkalan Bun Kalimantan lepasliarkan orangutan

  1. Terkait Masalah Harga Diri

Menggunakan media sosial yang cukup sering akan membawa kita merasakan insecure atau tidak percaya diri dengan apa yang kita miliki sekarang.

  1. Masalah dalam mengontrol fokus

Setiap orang pasti pernah merasakan disaat sedang asik bermain media sosial waktu berjalan begitu cepat seakan-akan kita hanya bermain sebentar dan nyatanya sudah berjam-jam.

Hal ini yang mengakibatkan kita susah untuk mengontrol fokus. Seperti susah fokus dalam belajar atau hal lainnya.

  1. Merasakan kesepian

Jika kita sadari disaat kita sudahi bermain sosial media selama berjam-jam itu membuat kita merasa kesepian serasa kita sedang mengisolasi diri.

Maka dari itu jika kita mencoba untuk megurangi bermain media sosial, kemungkinan kita akan merasakan kesepian itu semakin kecil.

Dengan mengurangi bermain media sosial kita bisa berinteraksi lebih banyak dengan orang sekitar atau melakukan hal-hal lain yang lebih penting dari pada hanya bermain sosial media.

Dengan begitu kita tidak akan terlalu merasa kesepian .

 

  1. Takut kehilangan atau iri

Kita yang selalu bermain media sosial terus menerus pasti pernah iri dengan apa yang dilakukan atau yang orang lain punya di sosial media.

Contohnya disaat orang lain memperlihatkan barang miliknya yang sedang tren di masa itu, pada saat itu kita mulai merasakan iri dengan apa yang orang lain punya dan kita takut kehilangan momen tren dimasa tersebut.

Berita Terkait

220 Bangunan di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan, Berdiri di Atas Bantaran Kali
Polres dan Kodim Depok Semprot Jalan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Penyaluran Bansos Pangan Bulog di Sawangan Berjalan Kondusif
PT Tirta Asasta Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kemiri Muka Depok
Kasus ISPA di Depok Tembus 1.619, Dinkes Perketat Pemantauan Dampak Abu Vulkanik
Doa Bersama Jurnalis di Depok untuk Keselamatan Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau
Wali Kota Depok Minta Pengurus FKDS hingga Pokja Sehat Perkuat Kolaborasi Demi Mewujudkan Kota Sehat
Ar-Rahman Islamic School Gelar Kegiatan Workshop Budaya Kerja 2026 Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT)

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:24 WIB

220 Bangunan di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan, Berdiri di Atas Bantaran Kali

Kamis, 10 September 2026 - 20:21 WIB

Polres dan Kodim Depok Semprot Jalan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 20:12 WIB

Penyaluran Bansos Pangan Bulog di Sawangan Berjalan Kondusif

Kamis, 10 September 2026 - 20:07 WIB

PT Tirta Asasta Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kemiri Muka Depok

Kamis, 10 September 2026 - 20:03 WIB

Kasus ISPA di Depok Tembus 1.619, Dinkes Perketat Pemantauan Dampak Abu Vulkanik

Kamis, 10 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Depok Minta Pengurus FKDS hingga Pokja Sehat Perkuat Kolaborasi Demi Mewujudkan Kota Sehat

Rabu, 9 September 2026 - 22:15 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Koramil Panmas Tanam 135 Pohon di Situ Rawa Besar

Rabu, 9 September 2026 - 22:05 WIB

Jalan Swadaya Bojongsari Direkonstruksi, Turap dan Guardrail Dipasang

Berita Terbaru