Kendaraan Masih Terjebak Macet Selama 22 Hari Di jalan Trans Sulawesi

- Reporter

Selasa, 23 November 2021 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Sudah Dua Puluh Dua hari ratusan kendaraan terjebak di jalan Trans Sulawesi- Poros Masamba, Palopo, akibat rusaknya jembatan penghubung antar kabupaten dan provinsi di pulau Sulawesi, antrian makin memanjang karena jalur alternative kini juga sudah rusak parah dan hanya bisa di lalui kendaraan kecil.

Antrean truk dan kendaraan pribadi sudah 22 hari ini memenuhi jalan Trans Sulawesi-Poros Masamba Palopo. Untuk Mlintas di jalur ini warga haru mengeluarkan uang yang lebih banyak karena mengambil mobil sambung yang ada di seberang jembatan.

Tidak hanya itu warga yang membawa barang terpaksa membayar kurir untuk mengangkat barang untuk menyebrang jembatan serta harus naik ojek untuk bisa keluar dari zona kemacetan.

Antrean panjang kendaraan ini akibat jembatan tak lagi bisa dilalui oleh kendaraan. Perbaikan jembatan  hingga sat ini masih terus terkendala banjir susulan yang hampir terjadi setiap hari.

baca juga :

Haris Azhar Datangi Ditreskrimum Polda Jaya Usai Gagal Mediasi Dengan Luhut

“ Kalau kendaraan belum bisa pak, belum bisa mohon maaf karena masih banyak proses pekerjaan yang harus dilakukan . soal molornya itukan yaitu tadi factor cuaca, seperti tadi malam mau lakukan tes beban jadwalnya jam 8 tapi molornya karena hujan petir hampi saja tidak jadi lagi. Iya tapi bersyukur Alhamdulillah ya sedikit lakukan sampai jam 4 shubuh”. Ujar Ahmad Tawie, Pelaksana Lapangan Utama Karya.

Warga berharap agar proses perbaikan segera selesai, mengingat jalur itu merupakan akses utama lalu lintas bahan makanan dan bahan bakar minyak.  

 

Berita Terkait

PMI Jakarta Utara Kedatangan Akademisi Umeå University Swedia, Bahas Strategi Penguatan Karakter Relawan
RSUD ASA Depok Tingkatkan Kompetensi Bidan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Mebeler SMPN 3 Depok Mulai Didatangkan, Siswa Tak Lagi Belajar Lesehan
Pantau Kesiapan Anak Istimewa, Kadinsos Depok Tinjau Langsung Pelatihan RKAI
Jabar Luncurkan Program SWJ-MFT dan IPKN untuk Dorong Wisata Kelas Dunia
Sambut Tahun Ajaran Baru, Pemkot Depok dan KCD Wilayah II Jabar Perkuat Sinergi Pendidikan
Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal
Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:04 WIB

PMI Jakarta Utara Kedatangan Akademisi Umeå University Swedia, Bahas Strategi Penguatan Karakter Relawan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:17 WIB

RSUD ASA Depok Tingkatkan Kompetensi Bidan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:50 WIB

Mebeler SMPN 3 Depok Mulai Didatangkan, Siswa Tak Lagi Belajar Lesehan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:31 WIB

Pantau Kesiapan Anak Istimewa, Kadinsos Depok Tinjau Langsung Pelatihan RKAI

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:28 WIB

Jabar Luncurkan Program SWJ-MFT dan IPKN untuk Dorong Wisata Kelas Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:40 WIB

BGN Dorong Budidaya Lele Lokal di Tapos Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru