Empat Perguruan Tinggi sinergi gelar Webinar Merdeka Experience based knowledge dalam Mitigasi Bencana

- Reporter

Rabu, 6 Oktober 2021 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com- Universitas Indonesia (UI) melalui Disaster Risk Reduction Center (DRRC) dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), bekerja sama dengan Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Kampus Makasar, Bandung dan Jakarta yang berada di bawah Lembaga Administrasi Negara (LAN), Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN), dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Academy menyelenggarakan webinar Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) bertajuk “Experience-Based Knowledge dalam Mitigasi Bencana di Indonesia”. Acara ini diikuti 990 orang melalui Zoom Meeting. Mereka berasal dari UI, UNHAN, STIA LAN Kampus Makasar, Jakarta, dan Bandung, BKI Academy, dan partisipan lain.

Empat pembicara mengisi webinar ini, yaitu dosen Fakultas Ilmu Administrasi UI, Dr. Rachma Fitriati, M.Si., (HAN), Kepala BNPB 2019-2021 dan Dosen Luar Biasa Manajemen Bencana SIL UI, Letjen TNI (Purn.) Dr. (H.C) Doni Monardo, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. Tb. H. Ace Hasain Syadzily, M.Si., dan Deputi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2019 dan Centre for Innovation Policy and Governance Indonesia, Yanuar Nugroho, Ph.D.

 

Pada saat menyampaikan keynote speech, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR., CIQaR., IPU., selaku Rektor Universitas Pertahanan menyampaikan bahwa webinar ini adalah salah satu bentuk wujud konkrit dari kegiatan MBKM sehingga kolaborasi berbagai perguruan tinggi ini akan hadir sebagai mata air bagi kemajuan dan pembangunan bangsa, yang turut mewarnai budaya dan peradaban bangsa secara langsung. Penggunaan experience-based bermanfaat untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam mencegah terjadinya bencana pada suatu wilayah. Sementara itu, Direktur Utama PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Dr. Ir. Rudiyanto Dip., ISM, MIIRSM., MM., MBA., mengapresiasi kolaborasi berbagai perguruan tinggi, sehingga para narasumber yang terdiri dari para pakar dan praktisi dapat sharing knowledge tentang pengalaman tata kelola mitigas bencana dan kebijakannya sehingga dapat menghasilkan pengetahuan.

 

Prof. Fatma Lestari, Ketua DRRC UI, menyatakan apresiasi terhadap penyelenggaran program MBKM yang sangat bermanfaat dalam memberikan ruang aplikatif dari hal-hal teoritis yang dipelajari oleh mahasiswa di dalam kelas. “Dengan keberadaan program MBKM, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari aktor lapangan dalam bidang mitigasi bencana tentang penerapan teori experience-based. Semoga setelah mengikuti webinar ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan baru seputar mitigasi bencana dan teori experience-based,” ujar Fatma.

 

Doni Monardo menyampaikan mengenai tata kelola mitigasi bencana alam dan non-alam di Indonesia. Bencana alam terdiri dari tsunami, kebakaran hutan dan lahan, serta banjir, sedangkan bencana non-alam terdiri dari limbah, land subsidence, epidemik, dan gagal teknologi. “Bencana alam seperti tsunami terjadi karena perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Jika terjadi gempa terus-menerus di daerah rawan tsunami lebih dari 20 detik, maka masyarakat diharapkan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Doni.

 

Setiap tahun, bencana alam seperti bencana kebakaran hutan dan lahan sering terjadi, dimana 99% diakibatkan oleh perilaku manusia dan 80% lahan yang terbakar menjadi kebun. Dalam bencana tersebut, terdapat langkah-langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti memprioritaskan upaya pencegahan, infrastruktur monitoring dan pengawasan sampai tingkat bawah, cari solusi permanen agar tidak ada yang membuka lahan dengan cara membakar, melakukan penataan ekosistem gambut, jangan biarkan api membesar, serta melakukan langkah penegakan hukum tanpa kompromi.

 

Selain itu, bencana banjir juga banyak memakan korban yang cukup besar karena alih fungsi lahan di bagian hulu. Tiga aktivitas yang merusak kawasan hulu, yaitu illegal mining (penambakan ilegal), illegal logging (penebangan liar), dan alih fungsi lahan pertanian, perkebunan, dan permukiman. Beberapa arahan dari Presiden Joko Widodo, antara lain dengan melakukan reforestasi penghijauan, percepatan penyelesaian Bendungan Sukamahi dan Ciawi, serta percepatan penyelesaian sodetan Ciliwung Kanal Banjir Timur.

 

Selanjutnya, narasumber kedua, Dr. Tb. H. Ace Hasain Syadzily, M.Si., memaparkan tentang persoalan penanggulangan bencana, mulai dari pendekatan penanganan bencana yang masih responsif, bukan mitigasi, belum optimalnya dukungan anggaran bencana, lambatnya mekanisme proses dana penanggulanan bencana, lambatnya upaya mitigasi dan tanggap darurat, serta lemahnya koordinasi antar instansi terkait. “Dalam hal ini, terdapat tantangan *penyelenggaraan penanggulanan bencana, seperti resiko bencana yang semakin meningkat, potensi kerawanan bencana yang beragam pada masing-masing daerah, serta budaya sadar bencana,” ujar Ace.

 

Rachma Fitriati dalam pemaparannya mengatakan, “Pengetahuan berbasis pengalaman memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan, mencoba membandingkan masalah saat ini dengan situasi sebelumnya untuk menemukan solusi yang tepat. Maka dari itu, pengetahuan dari keputusan masa lalu dapat secara signifikan menfasilitasi dan mempercepat keputusan yang ada di masa depan.”

 

Pembicara terakhir, Yanuar Nugroro, Ph.D., menyampaikan materi mengenai pendekatan agile organization dalam tata kelola mitigasi bencana. Agile Organization merupakan organisasi yang memiliki kemampuan untuk merespon dan beradaptasi dengan cepat terhadap keadaan yang berubah. Agile organization diperlukan karena tiga alasan. “Pertama, absennya koordinasi dan pendekatan ‘silo’. Memperbaiki koordinasi dan memecah peng’kotak-kotak’an (silo) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembuatan kebijakan. Kedua, kurangnya disiplin dalam implementasi perencanaan. Memastikan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembuatan kebijakan pemerintah. Ketiga, tawar-menawar politis karena tiadanya data. Mendorong penggunaan data dan riset untuk kebijakan dengan tujuan layanan publik yang lebih baik, tertarget, dan akurat,” ujarnya.

 

Kegiatan ini ditutup oleh Direktur Politeknik STIA LAN Makassar Prof. Amir Imbaruddin, MDA, Ph.D., yang menyampaikan bahwa webinar ini merupakan wujud konkret dari implementasi Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kebijakan MBKM ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya, di mana pembelajaran dapat terjadi di manapun, semesta belajar tak berbatas, tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, termasuk juga di dunia daring.

Berita Terkait

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026
Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:43 WIB

Kolaborasi UI Hadirkan Program Peduli Lansia di Depok

Jumat, 6 November 2026 - 19:40 WIB

Solusi Gedung Mangkrak, RKAI Depok Banjir Dukungan Warga

Jumat, 6 November 2026 - 17:12 WIB

Gus Kautsar Tutup Meriah Rangkaian Hari Santri 2026 di Depok

Jumat, 6 November 2026 - 17:10 WIB

Pilah Sampah dari Rumah, Bikin Depok Makin Bersih!

Jumat, 6 November 2026 - 16:46 WIB

Rampung 100%, Warga Bojongsari Kini Nikmati Jalan Rotan yang Mulus

Jumat, 6 November 2026 - 16:44 WIB

124 Kendaraan di Depok Lolos Uji Emisi Gratis, Ini Rahasianya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:41 WIB

BisKita Bojongsari–Terminal Depok Segera Beroperasi, Langsung Konek LRT!

Jumat, 6 November 2026 - 16:38 WIB

Diana Glory Futsal Academy Menatap Grand Champion AAFI 2026

Berita Terbaru

Pekan lalu, Auditorium Gedung 1 Kampus FIB UI menjadi lokasi pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi lansia yang digagas oleh dosen FKG UI. (Dok. Humas UI)

Berita Depok

Kolaborasi UI Hadirkan Program Peduli Lansia di Depok

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:43 WIB

Progres pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di kawasan Pondok Cina, Kota Depok. (Foto: Disrumkim)

Berita Depok

Solusi Gedung Mangkrak, RKAI Depok Banjir Dukungan Warga

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:40 WIB

Wakil Ketua Sanggar Ayodya Pala Depok, Denta Mandra Pradipta Budiastomo saat membawakan materi pada kegiatan *Workshop*

Berita

Seni dan Budaya Miliki Kekuatan Hidupkan Potensi Desa

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:30 WIB

Kemeriahan mewarnai malam puncak Peringatan Hari Santri Tingkat Kota Depok Tahun 2026. (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Gus Kautsar Tutup Meriah Rangkaian Hari Santri 2026 di Depok

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:12 WIB

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni saat melakukan operasi bersih (opsih) bersama para pesapon di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (06/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Pilah Sampah dari Rumah, Bikin Depok Makin Bersih!

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:10 WIB