



Siarandepok.com – Kini 75 tahun berlalu, kongres wartawan di Solo terjadi pada tanggal 9 Februari 1946. Peristiwa sejarah yang melahirkan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Tidak hanya itu saja, tercetus pula gagasan untuk membentuk Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS). Namun, organisasi SPS secara nyata berdiri pada tanggal 8 Juni 1946.
Berdirinya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disepakati oleh para wartawan Indonesia di dalam kongres tersebut. Mr. Soemanang Soerjowinoto, terpilih menjadi ketua PWI yang pertama. Beliau adalah seorang jurnalis, politisi, dan bankir Indonesia yang lahir di Yogyakarta. Pada tahun 1937, Mr. Soemanang mendirikan surat kabar pertamanya. Surat kabar Nasional didirikan pula olehnya setelah kemerdekaan Indonesia.
Kelahiran PWI, menjadikan wartawan Indonesia semakin kuat dalam menunjukkan dirinya sebagai ujung tombak perjuangan nasional, menentang kembalinya kolonialisme, dan dalam menggagalkan negara-negara yang hendak meruntuhkan Republik Indonesia.
Persatuan Wartawan Indonesia memiliki visi:
Menjadikan PWI organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital.
Dengan misi,
Menjadikan PWI organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital.
Saat ini, PWI dipimpin oleh Atal Sembiring Depari sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia periode 2018-2023. Melalui sebuah tulisan, PWI menjadi wadah untuk para wartawan dalam memperjuangkan bangsa. Keanggotaan yang dimiliki PWI berasal dari seluruh Indonesia.
Penulis: SFP
Foto: Leah Kelley













