
SIARANDEPOK.COM — Pesatnya pembangunan hunian dan tempat usaha di Kecamatan Limo memicu peningkatan kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Limo, mulai dari Pertigaan Parung Bingung hingga depan Kantor Samsat perbatasan Cinere. Dilansir dari Jurnal Depok, lonjakan volume kendaraan ini memicu penumpukan arus lalu lintas di beberapa titik rawan, seperti kawasan Masjid Al Mujahidin, SMAN 6, sekolah Yaspi dekat gerbang Tol Limo, hingga area UPN “Veteran” Jakarta kampus Limo.
Menanggapi kondisi tersebut, warga setempat mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk merencanakan pelebaran Jalan Raya Limo sejak dini. Heri FK, warga Kelurahan Meruyung, menilai langkah antisipasi perlu segera dilakukan agar potensi kemacetan parah dalam satu hingga dua tahun ke depan dapat dicegah seiring terus bertambahnya jumlah kendaraan.
Keluhan serupa turut dirasakan para pengguna jalan yang kerap terjebak kemacetan panjang saat jam sibuk pagi dan sore hari. Taufik Rahman, seorang pengendara, mengungkapkan bahwa durasi perjalanan dari arah Cinere menuju Parung Bingung bahkan bisa memakan waktu lebih dari satu jam akibat kepadatan arus kendaraan.
Di sisi lain, tidak sedikit warga yang mendorong Pemkot Depok untuk memprioritaskan pembenahan sistem drainase di sepanjang koridor Jalan Raya Limo dan Jalan Raya Meruyung. Sobri, warga Kelurahan Meruyung, menuturkan bahwa genangan air kerap muncul setiap kali hujan deras turun.
Masalah luapan air tersebut dipicu oleh tidak berfungsinya lebih dari 70 persen saluran air di kawasan tersebut. Banyak lubang drainase yang kini dalam kondisi tersumbat endapan lumpur hingga posisinya nyaris rata dengan permukaan jalan.
Kombinasi antara kemacetan lalu lintas dan ancaman genangan air di musim hujan menjadikan penataan infrastruktur Jalan Raya Limo sebagai aspirasi penting masyarakat sekitar. Pemkot Depok diharapkan dapat merealisasikan solusi komprehensif, baik melalui pelebaran badan jalan maupun perbaikan sistem drainase.















