
SIARANDEPOK.COM – Dalam rangka memperingati International Coastal Cleanup Day 2026 yang bertepatan dengan momentum World Cleanup Day, Deep Ocean berkolaborasi dengan Radio Relawan Depok (RRD) dan komunitas lingkungan menggelar aksi bersih pantai di Pesisir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari tim Radio Relawan Depok dan komunitas lingkungan, serta 27 karyawan Deep Ocean.
Selain menjadi aksi nyata membersihkan kawasan pesisir, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya ekosistem laut dan pesisir.
Dalam aksi tersebut, para peserta berhasil mengumpulkan 786 kilogram sampah dari kawasan pesisir Pantai Tanjung Pasir.
Sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah plastik, yang menjadi salah satu persoalan utama dalam pencemaran lingkungan pesisir.
Najma dari perwakilan Deep Ocean menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Menurut tim Deep Ocean, kolaborasi tersebut menjadi kegiatan yang membangun dan memberikan pengalaman langsung kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami sangat antusias dengan kegiatan hari ini karena menjadi sebuah kegiatan yang membangun dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kami juga sangat berterima kasih kepada Radio Relawan Depok dan seluruh pihak yang sudah berkolaborasi bersama Deep Ocean,”katanya.
Semoga ke depannya kolaborasi seperti ini dapat terus dilanjutkan untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Karmila, selaku Ketua Radio Relawan Depok mengapresiasi inisiatif Deep Ocean yang mengajak komunitas lokal untuk terlibat dalam aksi lingkungan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
“Kami sangat senang ketika Deep Ocean mengajak Radio Relawan Depok untuk berkolaborasi dalam kegiatan International Coastal Cleanup Day hari ini,”katanya.
Dia menambahkan, kegiatan ini bertepatan dengan momentum World Cleanup Day dan melibatkan anak-anak muda untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Nisaul Hasanah, Duta Lingkungan Jawa Barat Favorite 2026, menyoroti pentingnya menjaga ekosistem laut melalui perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
“Kita harus bersama-sama menjaga biota dan ekosistem alam. Dari aksi yang kami lakukan hari ini, kita bisa melihat bahwa kondisi ekosistem laut dan pesisir masih menghadapi persoalan pencemaran,”katanya.
Limbah yang sampai ke laut tidak hanya berasal dari aktivitas di sekitar pesisir atau nelayan, tetapi juga dapat berasal dari aktivitas rumah tangga yang terbawa melalui saluran sungai hingga bermuara ke laut.
Ia juga menambahkan bahwa dominasi sampah plastik yang ditemukan dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah perlu ditangani mulai dari tingkat rumah tangga
“Banyaknya sampah plastik yang kami temukan hari ini menjadi pengingat bahwa kita perlu lebih bijak dalam mengelola sampah,”katanya.
Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat berdampak terhadap ekosistem ketika masuk ke lingkungan perairan.
Karena itu, aksi seperti ini bukan hanya tentang membersihkan pantai, tetapi juga menjadi pengingat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dengan baik dari sumbernya,” tambahnya.
Kegiatan International Coastal Cleanup Day 2026 di Pantai Tanjung Pasir menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
Dengan melibatkan generasi muda isecara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir dan laut.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat, diharapkan gerakan menjaga lingkungan dapat terus berk















