
SIARANDEPOK.COM — Lurah Sawangan menegaskan bahwa pelaksanaan program Wisata Keberagaman di wilayahnya tidak membebani masyarakat dengan iuran atau pungutan biaya apa pun. Kepastian tersebut disampaikan untuk menjawab kekhawatiran warga terkait transparansi alokasi dana serta teknis penyelenggaraan kegiatan seperti yang dikutip dari portal berita JurnalDepok.
Pemerintah Kota Depok mengalokasikan dana hibah pembangunan berbasis Rukun Warga (RW) sebesar Rp300 juta per tahun, di mana Rp25 juta di antaranya dikhususkan untuk menu wajib program Wisata Keberagaman atau ziarah gratis bagi warga. Anggaran ini dialokasikan penuh agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas perjalanan wisata tanpa perlu mengeluarkan biaya pribadi.
Pihak Kelurahan Sawangan juga menekankan pentingnya peran Pengurus RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam mengelola dana serta menyusun agenda perjalanan secara terbuka. Pengelolaan yang transparan dinilai menjadi kunci utama agar program tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
Selain memfasilitasi rekreasi dan ziarah, program unggulan Pemkot Depok ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkokoh toleransi serta kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Depok.
Guna memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, kelurahan mengimbau seluruh pihak penyelenggara untuk selalu menyertakan laporan pertanggungjawaban yang jelas seusai kegiatan. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya manipulasi atau pemungutan biaya terselubung di lapangan.
Melalui kepastian ini, Lurah Sawangan berharap masyarakat dapat mendukung penuh keberlangsungan program Wisata Keberagaman tanpa rasa khawatir akan timbulnya beban finansial tambahan.















