Hari Pers Nasional 9 Februari: Menelusuri Sejarah dan Peran Pers di Indonesia

- Reporter

Senin, 9 Februari 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com — Setiap 9 Februari, insan pers memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 oleh Presiden Soeharto.

HPN juga menjadi momen refleksi tentang makna pers. Dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang disahkan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie pada 23 September 1999, pers didefinisikan sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang menjalankan kegiatan jurnalistik — mulai dari mencari hingga menyampaikan informasi dalam berbagai bentuk melalui beragam media.

Jejak Awal Pers di Indonesia

Sejarah pers di Indonesia sudah dimulai sejak masa kolonial. Sejarawan Dr. De Haan dalam Oud Batavia (1923) mencatat pada 1676 telah terbit surat kabar Kort Bericht Eropa di Batavia. Setelah itu muncul sejumlah penerbitan lain seperti Bataviase Nouvelles (1744), Vendu Nieuws (1780), dan Bataviasche Koloniale Courant (1810).

Memasuki abad ke-20, pers mulai berperan dalam pergerakan nasional. Tahun 1903, terbit Medan Prijaji, surat kabar pertama yang dikelola pribumi. Dipimpin R.M. Tirtoadisuryo, media ini menjadi alat perjuangan dan penyadaran politik rakyat.

Pers dan Semangat Perjuangan

Kehadiran Medan Prijaji memicu lahirnya banyak surat kabar perjuangan, antara lain:
Oetoesan Hindia (H.O.S. Tjokroaminoto), Api, Halilintar, Nyala (Semaun), Guntur Bergerak dan Hindia Bergerak (Ki Hajar Dewantara), serta Benih Merdeka, Sinar Merdeka (Parada Harahap). Soekarno juga pernah memimpin Suara Rakyat Indonesia.

Melalui pers, gagasan kebangsaan dan kritik terhadap kolonialisme menyebar luas.

Pilar Keempat Demokrasi

Dalam sistem demokrasi, pers dikenal sebagai pilar keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers berperan menyediakan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang, sekaligus menjalankan fungsi watchdog untuk mengawasi kekuasaan.

Tanpa pers yang bebas dan bertanggung jawab, demokrasi akan kehilangan salah satu penopang utamanya.

Hari Pers Nasional menjadi pengingat bahwa kebebasan pers hari ini lahir dari sejarah panjang perjuangan yang patut terus dijaga. (Asep)

Berita Terkait

Wawalkot Depok Ajak Warga Jadikan Gerakan Indonesia ASRI Kebiasaan Sehari-hari
KLH Beberkan Kondisi Mayoritas Danau di Indonesia Rusak dan Tercemar
Peringati World Lake Day 2026, Pemkot Depok Tegaskan Larangan Mengeruk Danau untuk Perumahan
Momentum Perjalanan 10 Tahun Primago, Lahir Wadah Ikatan Keluarga Alumni Primago (IKAGO) Tahun 2026
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok
Butuh Layanan Cepat? Layanan Adminduk De’ Geplak Hadir di D’Mall Akhir Pekan Ini
Tebar Jala Calon Pekerja, Pemkot Depok Gelar Walk in Interview Bersama BTPN Syariah
Mau Berjualan di Pasar Cisalak? Ada Diskon Retribusi Bagi Pedagang

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Wawalkot Depok Ajak Warga Jadikan Gerakan Indonesia ASRI Kebiasaan Sehari-hari

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:41 WIB

KLH Beberkan Kondisi Mayoritas Danau di Indonesia Rusak dan Tercemar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Tebar Jala Calon Pekerja, Pemkot Depok Gelar Walk in Interview Bersama BTPN Syariah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Mau Berjualan di Pasar Cisalak? Ada Diskon Retribusi Bagi Pedagang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Wakili Kota Depok, Kampung Pancasila Depok Jaya Dinilai Tim Tingkat Nasional

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Viral Mobil Pikap Buang Limbah Aki di Mampang, DLHK Depok Pastikan Usut Tuntas Pelaku

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Optimalkan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, Dinsos Kota Depok Dorong Delapan Pilar Sosial Jadi Penggerak Kemandirian Warga

Berita Terbaru