



SiaranDepok.com — Setiap 9 Februari, insan pers memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 oleh Presiden Soeharto.
HPN juga menjadi momen refleksi tentang makna pers. Dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang disahkan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie pada 23 September 1999, pers didefinisikan sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang menjalankan kegiatan jurnalistik — mulai dari mencari hingga menyampaikan informasi dalam berbagai bentuk melalui beragam media.
Jejak Awal Pers di Indonesia
Sejarah pers di Indonesia sudah dimulai sejak masa kolonial. Sejarawan Dr. De Haan dalam Oud Batavia (1923) mencatat pada 1676 telah terbit surat kabar Kort Bericht Eropa di Batavia. Setelah itu muncul sejumlah penerbitan lain seperti Bataviase Nouvelles (1744), Vendu Nieuws (1780), dan Bataviasche Koloniale Courant (1810).
Memasuki abad ke-20, pers mulai berperan dalam pergerakan nasional. Tahun 1903, terbit Medan Prijaji, surat kabar pertama yang dikelola pribumi. Dipimpin R.M. Tirtoadisuryo, media ini menjadi alat perjuangan dan penyadaran politik rakyat.
Pers dan Semangat Perjuangan
Kehadiran Medan Prijaji memicu lahirnya banyak surat kabar perjuangan, antara lain:
Oetoesan Hindia (H.O.S. Tjokroaminoto), Api, Halilintar, Nyala (Semaun), Guntur Bergerak dan Hindia Bergerak (Ki Hajar Dewantara), serta Benih Merdeka, Sinar Merdeka (Parada Harahap). Soekarno juga pernah memimpin Suara Rakyat Indonesia.
Melalui pers, gagasan kebangsaan dan kritik terhadap kolonialisme menyebar luas.
Pilar Keempat Demokrasi
Dalam sistem demokrasi, pers dikenal sebagai pilar keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers berperan menyediakan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang, sekaligus menjalankan fungsi watchdog untuk mengawasi kekuasaan.
Tanpa pers yang bebas dan bertanggung jawab, demokrasi akan kehilangan salah satu penopang utamanya.
Hari Pers Nasional menjadi pengingat bahwa kebebasan pers hari ini lahir dari sejarah panjang perjuangan yang patut terus dijaga. (Asep)













