Dukung Pemprov DKI Evaluasi Jalur Sepeda, Jakarta Barometer Anggap Program Anies Salah

- Reporter

Jumat, 23 Februari 2024 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inisiator Jakarta Barometer, Jim Lomen Sihombing menilai persoalan pembangunan jalur sepeda mesti ditinjau dari pertama kali dilakukan pada masa Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, kebijakan Anies terkait jalur sepeda kala itu kurang tepat.

Jim menjelaskan, jalur khusus sepeda yang saat ini membentang dijalan – jalan Protokol DKI Jakarta telah beralih fungsi. Misalnya, lanjut Jim, pada jam tertentu Jalur sepeda tersebut digunakan pengendara motor untuk melawan arah.

“Ini sering terjadi karena jalur khusus tersebut hampir tidak digunakan, bahkan sering terlihat jalur sepeda tersebut digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Pengguna sepeda di DKI Jakarta setelah diberi perhatian khusus saat ini, rupanya tidak menambah jumlah pengguna sepeda semakin signifikan,” ujar Jim dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).

Jim menuturkan, kebijakan Anies untuk membangun Jalur sepeda tersebut alasan utamanya adalah untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota Jakarta yang angkanya sangat memprihatinkan. Meskipun, kata Jim, solusi menekan polusi udara sebaiknya ditekankan pada optimalisasi penggunaan transportasi publik seperti yang sedang digencarkan Pemerintah Provinsi DKI.

“Pemprov DKI Jakarta saat itu terus menggalakan masyarakat untuk menggunakan Transportasi publik seperti Transjakarta dan JakLingko serta meninggalkan transportasi pribadi,” ungkapnya.

Menurut Jim, kebijakan membangun jalur khusus pengguna sepeda untuk mendorong masyarakat menjadikan sepeda menjadi moda transportasi pilihan lain dalam beraktivitas sehari hari. Sejurus dalam keputusan tersebut, lanjutnya, kebijakan itu dalam perjalanan nya tidak banyak bermanfaat, tidak tepat sasaran dan pengguna jalur sepeda juga tidak bertambah.

“Kebijakan yang dibuat Anies tersebut meskipun diklaim untuk mengurangi kemacetan, mengurangi pemborosan BBM bersubsidi dan dapat menekan polusi, namun juga jalur jalur sepeda yang dibangun tidak ada pengguna nya, hanya sebagian kecil Jalur jalur sepeda tersebut ada pengguna nya,” jelasnya.

Meski demikian, Jim pun mengapresiasi langkah Pemprov DKI saat ini yang tengah melakukan evaluasi terhadap keberadaan jalur sepeda tersebut. Dia menyarankan agar Jalur sepeda yang tidak banyak digunakan masyarakat, dibatalkan atau dibongkar.

Jim juga menyatakan setuju dengan langkah Pemprov DKI yang tidak melanjutkan pembangunan jalur sepeda sejak tahun 2023 lalu. Jim menyebutkan, pihaknya tidak melihat ada urgensi jika proyek jalur sepeda dilanjutkan, lantaran tidak efektif untuk mengurai kemacetan dan menekan polusi udara saat ini.

“Membatalkan jalur sepeda bukan berarti tidak berpihak pada pengguna sepeda, karena pada umum nya, masyarakat Jakarta sangat membutuhkan Transportasi untuk mendukung aktivitas nya, kesulitan mendapatkan transportasi umum selepas keluar rumah/Hunian menjadikan masyarakat tetap mempertahankan kendaraan pribadi,” sebutnya.

Sejalan dengan itu, Jim mendorong Dinas perhubungan DKI Jakarta untuk merevitalisasi fasilitas Halte Busway, dengan membangun tempat parkir atau penitipan sepeda yang luas dan aman, kemudian mendorong masyarakat agar mau menggunakan sepeda saat keluar rumah lalu menitipkan sepeda di Halte terdekat.

“Lalu melanjutkan aktivitas dengan menggunakan Busway atau Janklingko.

Disisi lain perlu juga untuk diubah jalur jembatan penyebrangan jalan masuk dan keluar Halte. Banyak masyarakat mengeluh betapa rumit nya apabila ingin menaiki Busway,” tandasnya.

“Perlu rekayasa baru agar pengguna Busway merasa nyaman ketika ingin menaiki Busway, bukan hanya Halte yang perlu dibenahi, tapi juga jalur pejalan kaki yang ingin sampai dan keluar Halte juga harus mendapat perhatian Khusus,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

PT. Tirta Asasta Depok Raih Anugerah Transformasi Korporasi dan Tata Kelola BUMD Menuju IPO
Tertibkan Jalan Raya Bogor, Pemkot Depok Matangkan Rencana Penataan Pasar Cisalak
Proyek Jalan Enggram Depok Masuki Tahap Baru, Ratusan Tiang Pancang Mulai Dipasang
Disnaker Depok Fasilitasi Mediasi, Manajemen Hotel Bumi Wiyata Sepakat Lunasi Tunggakan Gaji Karyawan
Utamakan Keselamatan Peserta, Pemkot Depok Evaluasi Total Program Wisata Keberagaman
Solusi Baru dari Jalan Jawa: Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Energi Alternatif
Ketahanan Pangan Lokal, Supian Suri dan Cing Ikah Panen Sayur Unggulan di KWT Angsana Pengasinan
Dramatis Selama 102 Menit, Ratusan Warga Tugu Depok Padati Nobar Semifinal Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:42 WIB

PT. Tirta Asasta Depok Raih Anugerah Transformasi Korporasi dan Tata Kelola BUMD Menuju IPO

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:40 WIB

Tertibkan Jalan Raya Bogor, Pemkot Depok Matangkan Rencana Penataan Pasar Cisalak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:30 WIB

Proyek Jalan Enggram Depok Masuki Tahap Baru, Ratusan Tiang Pancang Mulai Dipasang

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:20 WIB

Disnaker Depok Fasilitasi Mediasi, Manajemen Hotel Bumi Wiyata Sepakat Lunasi Tunggakan Gaji Karyawan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:10 WIB

Utamakan Keselamatan Peserta, Pemkot Depok Evaluasi Total Program Wisata Keberagaman

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:50 WIB

Ketahanan Pangan Lokal, Supian Suri dan Cing Ikah Panen Sayur Unggulan di KWT Angsana Pengasinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:40 WIB

Dramatis Selama 102 Menit, Ratusan Warga Tugu Depok Padati Nobar Semifinal Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:30 WIB

Hilirisasi Produk Seni Tari-Silat Berbasis Visual Branding dan Ekosistem Digital di Kampung Kranggan-Gabus Bekasi

Berita Terbaru